Mendes Yandri Ajak Al-Khairiyah Kolaborasi Bangun Desa, Syiar Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Peran Mahasiswa
CILEGON – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengajak Al-Khairiyah untuk berkolaborasi dalam mengembangkan program desa ekspor, desa wisata, hingga desa tematik melalui sinergi dengan Kementerian Desa.
Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Pembukaan Syiar Ramadhan Al-Khairiyah (Syiramah) di Citangkil, Cilegon, Sabtu (28/2/2025).
“Program kami banyak dan Insya Allah ada yang bisa kita kerjasamakan dengan kampus Universitas Al-Khairiyah. Kita sekarang banyak menciptakan pengusaha-pengusaha muda,” ujar Yandri.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 74 ribu desa di Indonesia dengan beragam potensi ekonomi yang bisa dikembangkan.
Menurutnya, mahasiswa dan alumni Al-Khairiyah memiliki peluang besar untuk terlibat sebagai pelaku usaha desa, mulai dari sektor ekspor hingga pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Saya berharap mahasiswa Al-Khairiyah, tidak peduli apapun jurusannya, karena sekarang jamannya para pengusaha muda bangkit,” tegasnya.

Yandri juga mencontohkan keberhasilan desa yang mampu mengekspor gula aren ke Belanda, Malaysia, dan Australia.
Selain itu, ia memaparkan program desa jagung, desa lele, desa nila, hingga desa ayam petelur sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa yang terintegrasi dengan program nasional.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah, Ali Mujahidin atau Mumu, menjelaskan bahwa kegiatan Syiramah telah berjalan sejak 2011 dan terus berkembang setiap tahunnya.
“Mulai dari tahun 2011 dan sudah 9.000 peserta, 820 masjid sudah dikunjungi,” ungkapnya.
Menurut Mumu, Syiar Ramadhan menjadi wadah pembelajaran sosial bagi mahasiswa agar terbiasa hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat.
Dengan terjun langsung ke masjid-masjid, mahasiswa dilatih untuk berinteraksi dan memahami kebutuhan umat.
“Kita membiasakan diri memberikan manfaat untuk orang lain, sehingga ketika lulus bisa langsung berinteraksi dengan masyarakat, tidak canggung lagi,” katanya.***

