Distribusi Cabai Terkendala, Disperindag Banten Sebut Lonjakan Permintaan Ramadan Picu Inflasi
SERANG—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten, menyebut inflasi yang terjadi pada Februari 2026 tidak lepas dari momentum Ramadan yang mendorong lonjakan permintaan bahan kebutuhan pokok.
Kadisperindag Banten, Iwan Hermawan mengungkap, peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan secara otomatis berdampak pada kenaikan harga.
Terutama, kata dia, ketika pasokan sejumlah komoditas mengalami hambatan.
“Inflasi terkait bulan Ramadan ini tentunya karena dari sisi demand atau permintaan terjadi lonjakan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok selama Ramadan,” kata dia, Senin (2/3/2026).
Kemudian ada beberapa komoditi yang mengalami hambatan dalam persediaan dan juga distribusi pasokan, seperti cabai rawit merah yang menyebabkan harga di atas HAP.
“Semakin banyak permintaan kebutuhan pokok maka harga juga cenderung naik,” jelas Iwan.

Ia menjelaskan, Pemprov Banten terus melakukan pemantauan harga secara rutin di delapan pasar pantau yang tersebar di kabupaten/kota.
Langkah ini dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi lonjakan harga yang tidak terkendali.
“Sehingga secara terus menerus fluktuasi harga bisa terpantau,” katanya.
Selain pemantauan rutin, Disperindag Banten juga melakukan pengawasan terpadu bersama tim lintas instansi melalui Satgas Pangan.
Tim ini melibatkan unsur Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polri, Kementerian Perdagangan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, hingga Bulog.
“Jika ditemukan harga yang naik, akan kita lakukan tracking di mana titik kenaikannya terjadi dan dilakukan langkah-langkah sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Iwan memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap aman selama Ramadan hingga Idulfitri tahun ini.***

