159 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang Terkendala Lahan, Pemkab Masih Lakukan Pemetaan
SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang masih menghadapi hambatan dalam pembangunan program Koperasi Desa Merah Putih.
Dari rencana ratusan titik pembangunan, sebanyak 159 koperasi desa hingga kini belum dapat direalisasikan karena persoalan ketersediaan lahan.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pemerintah daerah saat ini masih melakukan pemetaan serta mitigasi untuk menentukan lokasi yang sesuai dengan ketentuan pembangunan koperasi tersebut.
“Sekarang kita masih melakukan mitigasi dan pemetaan untuk mencari lahan yang memungkinkan. Target yang harus disiapkan jumlahnya sekitar seribu titik,” ujar Zakiyah usai menghadiri acara santunan 1.000 anak yatim di Serang, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pembangunan koperasi desa kemungkinan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan lahan di berbagai wilayah Kabupaten Serang.
“Mungkin pada tahap berikutnya jumlahnya bisa lebih sedikit, menyesuaikan dengan lahan yang tersedia,” katanya.
Zakiyah mengungkapkan, persoalan keterbatasan lahan tersebut juga sudah disampaikan kepada Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat meminta daerah tetap melanjutkan pembangunan koperasi di lokasi yang lahannya sudah tersedia.
“Saya sudah menyampaikan kendala lahan kepada Pak Menteri Koperasi. Arahan beliau, pembangunan di lokasi yang lahannya sudah ada tetap dilanjutkan sambil kita mencari lahan lain,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkab Serang mengakui belum memiliki solusi cepat untuk mengatasi persoalan lahan bagi 159 koperasi desa yang belum memiliki lokasi pembangunan.
“Untuk saat ini memang belum semuanya bisa ditindaklanjuti. Fokusnya adalah menyelesaikan pembangunan koperasi yang lahannya sudah pasti, sembari terus memetakan potensi lahan di Kabupaten Serang,” kata Zakiyah.
Sebelumnya, perkembangan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang juga disampaikan oleh Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang, Rifki.
Ia menjelaskan, dari total 326 rencana pembangunan koperasi desa, baru delapan unit yang telah selesai dibangun sepenuhnya.
Sementara 59 koperasi masih dalam proses pembangunan dan 159 titik lainnya belum memiliki lahan.
“Dari 326 rencana, delapan sudah selesai 100 persen. Kemudian 59 masih dalam tahap pembangunan, sedangkan 159 belum memiliki lahan. Lahan yang digunakan ada yang berasal dari milik negara, desa, maupun pemerintah daerah,” ujar Rifki, Senin (23/2/2026).
Delapan koperasi desa yang telah selesai dibangun tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Desa Margagiri (Kecamatan Bojonegara), Desa Kamasan dan Desa Suralaya (Kecamatan Cinangka), Desa Labuan (Kecamatan Mancak), Desa Cikoneng (Kecamatan Anyar), Desa Ranjeng (Kecamatan Ciruas), Desa Kemuning (Kecamatan Tunjung Teja), serta Desa Nanggung (Kecamatan Kopo).
Sementara itu, pembangunan 59 koperasi desa lainnya masih berjalan dengan tingkat progres yang bervariasi.
“Progresnya berbeda-beda. Ada yang baru sekitar 35 persen masih tahap pondasi, ada yang sudah 65 persen, bahkan ada yang mendekati 90 persen,” kata Rifki.
Ia berharap proyek pembangunan koperasi desa yang sedang berjalan dapat segera rampung sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama dalam mempermudah akses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Kami berharap yang masih dalam proses bisa segera selesai agar koperasi desa dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.***

