Terlapor Dugaan Pelecehan Seksual di Pandeglang Bantah Tuduhan, Klaim Siap Buka Rekaman CCTV
PANDEGLANG – Setelah sebelumnya ramai pemberitaan mengenai dugaan pelecehan seksual terhadap NW, warga Pandeglang, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kota Serang HDK, pihak terlapor akhirnya angkat bicara.
Melalui kuasa hukumnya, Erwan, HDK menegaskan bahwa dirinya telah melaporkan balik dugaan fitnah atas tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan oleh NW, yang diketahui merupakan pegawai dapur MBG milik HDK.
“Ini adalah fitnah yang sangat keji. Kami siap membuka seluruh rekaman CCTV di lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat kejadian,” tegas HDK. Jumat (13/3/2026).
HDK juga menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan pribadi dengan NW, selain dalam konteks kerja sama penyewaan tempat untuk dapur MBG.
“Cerita NW dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Pandeglang yang menyebut saya bertemu dan duduk di sofa bersama dirinya adalah karangan belaka. Itu tidak pernah terjadi. Saya hanya datang untuk survei lokasi, sempat menumpang ke kamar mandi, lalu pulang,” ujarnya.
Lebih lanjut, HDK mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat kesepakatan kerja sama dengan NW terkait pembagian fee bulanan yang tertuang dalam surat perjanjian resmi dan telah ditandatangani oleh kedua belah pihak serta disaksikan oleh saksi.
Namun, menurutnya, kerja sama tersebut baru berjalan sekitar dua minggu ketika NW meminta pembayaran fee sekaligus untuk empat tahun ke depan. Permintaan tersebut ditolak oleh HDK karena dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
“Setelah saya menolak permintaan itu karena tidak sesuai perjanjian, tidak lama kemudian muncul tuduhan pelecehan tersebut,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, HDK menyatakan akan segera memutus kontrak kerja sama dapur MBG tersebut dan siap mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
HDK juga mengungkap dugaan adanya rekayasa kesaksian. Ia mengaku memiliki bukti percakapan antara NW dengan seseorang yang diduga diminta untuk mengaku telah dilecehkan olehnya di dapur MBG.
“NW bahkan menawarkan upah sebesar Rp500 ribu agar orang tersebut bersaksi bahwa saya melakukan pelecehan. Padahal jelas, dapur MBG itu ramai orang dan terdapat CCTV,” ungkapnya.***

