CILEGON – Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin, menyatakan dukungannya terhadap tindakan Republik Islam Iran yang melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas vital milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ali Mujahidin saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammed Boroujurdi di Kantor PB Al-Khairiyah di Cilegon pada Senin (30/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Ali Mujahidin menilai Iran memiliki kapasitas kekuatan militer yang perlu dimanfaatkan secara tegas dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.
“Jika Iran memiliki senjata yang canggih, kami berharap Iran tidak menunggu serangan dari Amerika,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ali Mujahidin juga meminta agar Iran menyerang dengan senjata terkuat yang dimiliki.
“Jika Iran memiliki senjata yang canggih, kami berharap Iran tidak menunggu serangan dari Amerika,” imbuhnya.
Ia juga menyinggung kekhawatiran terhadap potensi perlakuan tidak adil terhadap Iran, dengan merujuk pada peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Jepang.
“Kami tidak ingin Iran diperlakukan seperti Hiroshima dan Nagasaki. Oleh karena itu, saran kami selaku pimpinan Al-Khairiyah, jika dimungkinkan, tidak usah menunggu diserang,”tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong langkah ofensif sebagai bentuk pencegahan terhadap ancaman yang lebih besar.
“Tapi kirimkan bom nuklir terbaik Iran yang dimiliki,” ujarnya.
Selain itu, Ali Mujahidin juga mengajak untuk memanfaatkan momentum geopolitik saat ini guna memengaruhi opini publik internasional, khususnya masyarakat Amerika Serikat.
“Ini momentum penting dan besar, jangan kita sia-siakan. Kita gunakan propaganda kita untuk meminta kepada warga Amerika, agar warga Amerika tidak diintimidasi di luar negeri, maka agar minta mereka supaya Presidennya segera diturunkan,” pungkasnya.(*/ARAS)

