Cegah Antrean Panjang di Saudi, Timwas Haji Dorong Penambahan Fasilitas Makkah Route
JEDDAH – Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus Tim Pengawas (Timwas) Haji 2026, Sri Wulan, memberikan apresiasi tinggi terhadap layanan Makkah Route (fast track) yang disediakan oleh Kerajaan Arab Saudi untuk jemaah haji Indonesia pada musim penyeleksian 1447 H / 2026 M.
Tahun ini, fasilitas tersebut dinikmati oleh jemaah dari embarkasi Jakarta, Surabaya, Solo, dan yang terbaru, Makassar.
Sri Wulan mengaku terkesan setelah meninjau langsung implementasi layanan baru di Makassar tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi bonus layanan Makkah Route dari Kerajaan Arab Saudi. Kemarin kami sempat meninjau langsung di Makassar, dan layanannya luar biasa, sangat layak menjadi percontohan,” ujar Sri Wulan setibanya di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Rabu (20/05/2026) malam.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III—meliputi Grobogan, Blora, Pati, dan Rembang—ini menjelaskan bahwa seluruh alur pergerakan jemaah dirancang dengan sangat baik.
Mulai dari kedatangan di bandara, proses antrean imigrasi, hingga naik ke pesawat, semuanya berjalan tertib dan nyaman.
Fasilitas pendukung di ruang tunggu pun dinilai sangat memanjakan jemaah, seperti ketersediaan konsumsi, musala yang luas, hingga pos kesehatan.
“Saat kunjungan, saya melihat jemaah asal Gorontalo yang transit di Makassar. Di ruang tunggu, mereka difasilitasi panggilan video (Zoom) agar bisa menyapa dan berpamitan dengan keluarga di kampung halaman. Ini inovasi yang sangat menyentuh,” lanjut politisi Partai Nasdem tersebut.
Melihat dampak positif yang begitu besar bagi kenyamanan jemaah, Sri Wulan mendorong agar jangkauan fast track diperluas ke embarkasi lain pada musim haji mendatang.
Menurutnya, layanan ini menjadi solusi krusial untuk memangkas kelelahan fisik jemaah, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).
“Kami berharap tahun depan jumlah embarkasi yang mendapat Makkah Route bisa ditambah. Dengan begitu, antrean imigrasi di Arab Saudi bisa dikurangi secara signifikan. Jemaah lansia kita cukup banyak; jika menggunakan jalur ini, mereka tidak perlu mengantre lama di bandara Saudi. Cukup pemeriksaan singkat, masuk bus, dan langsung menuju hotel,” urainya.
Di sisi lain, Sri Wulan juga memuji kesiapan fasilitas ramah lansia dan disabilitas di dalam negeri, yang dinilainya selaras dengan poin utama penataan haji tahun ini: ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.
Berbagai fasilitas seperti kamar khusus, toilet aksesibel, hingga kursi roda telah siaga di embarkasi.
“Hari ini saya bersama rombongan Timwas akan langsung bergeser ke Makkah untuk mulai melakukan monitoring menyeluruh, mencakup aspek akomodasi, transportasi, hingga konsumsi jemaah,” tutupnya. (*/Red/MCH-2026)


