Jemaah Tak Perlu Turun Bus, Petugas Terminal Hijrah Madinah yang Jemput Bola

MADINAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang ditempatkan di Terminal Hijrah menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah.
Kepala Sektor (Kasektor) Terminal Hijrah, Divia Ardianto, menyampaikan bahwa para petugas akan dibagi menjadi tiga tim. Setiap tim beranggotakan 9 hingga 11 personel yang dikomandoi oleh petugas dari unsur Perlindungan Jemaah (Linjam).
“Setiap tim bertugas penuh untuk mencatat pergerakan dan data nominatif jemaah di dalam bus,” ujar Divia kepada Media Center Haji (MCH) usai apel pagi di Madinah, Minggu (7/6/2026).
Divia menjelaskan, para petugas di Terminal Hijrah dituntut menjaga kondisi fisik ekstra prima.
Pasalnya, mereka harus bekerja di lokasi terbuka di bawah terik matahari dengan jam operasional yang panjang hingga dini hari.
Ritme kerja ini mengikuti jadwal keberangkatan bus dari Makkah yang dimulai pukul 09.00 WAS hingga kloter terakhir pukul 17.00 WAS.
“Proses pengecekan di sini otomatis baru selesai sekitar pukul 01.00 atau 02.00 dini hari setiap harinya. Oleh karena itu, fisik dan mental para petugas benar-benar harus disiapkan,” jelasnya.
Berbeda dengan pos di Bir Ali yang melibatkan peran aktif tim Bimbingan Ibadah (Bimbad), fokus utama pelayanan di Terminal Hijrah lebih bertumpu pada aspek perlindungan.
Porsi Linjam Lebih Besar: Menjadi garda terdepan untuk menangani dinamika di lapangan.
Penanganan Keluhan: Jika ada komplain dari jemaah sepanjang perjalanan, petugas Linjam akan langsung mencatat dan meneruskannya ke pimpinan agar segera ditindaklanjuti.
Demi kenyamanan dan efisiensi, jemaah haji Indonesia tidak diperkenankan turun dari bus selama berada di Terminal Hijrah. Sebaliknya, petugaslah yang akan aktif bergerak mendekati jemaah.
“Jemaah tetap berada di dalam bus. Petugas yang akan naik ke setiap bus untuk mencocokkan jumlah riil jemaah dengan data yang tertulis di stiker. Jangan sampai ada selisih,” tegas Divia.
Meski demikian, pihak sektor tetap mengantisipasi kebutuhan darurat jemaah selama proses pengecekan berlangsung.
“Jika ada jemaah yang mendesak harus ke toilet, fasilitas di Terminal Hijrah sudah kami siapkan. Kami juga menyediakan kursi roda bagi jemaah lansia yang membutuhkannya,” pungkas Divia. (*/Red/MCH-2026)


