Wisata Anyer

Kejutan di Bank Sentral: Perry Warjiyo Lepas Jabatan Gubernur BI

JAKARTA — Perry Warjiyo secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada Senin (27/7/2026).

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, dengan didampingi oleh Anggota Dewan Gubernur BI.

​”Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden. Sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama mengacu pada Undang-Undang Bank Indonesia, Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo,” ujar Prasetyo Hadi.

​Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas dedikasi Perry selama memimpin bank sentral.

​Karier Perry Warjiyo di Bank Indonesia membentang selama lebih dari empat dekade sejak dimulai pada tahun 1984.

Sepanjang perjalanannya, ia telah memegang berbagai posisi strategis, meliputi bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, hubungan internasional, transformasi organisasi, pengelolaan devisa, hingga pendidikan kebanksentralan.

​Perry pertama kali dilantik sebagai Gubernur BI pada 24 Mei 2018 menggantikan Agus Martowardojo.

Masa jabatannya kemudian diperpanjang untuk periode kedua (2023–2028) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 38/P Tahun 2023, setelah kembali mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

​Pasca-pengunduran diri Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Psg) Gubernur Bank Indonesia.

Fokus utama BI saat ini adalah memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar serta menjaga keandalan transformasi kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar Rupiah di pasar keuangan.***

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien