Terkait Deklarasi Partai Masyumi Reborn, Ini Kata Waketum PAN

SERANG – Deklarasi Masyumi Reborn pada 7 November 2020 oleh Cholil Ridwan yang juga merupakan murid pendiri Masyumi, Muhammad Natsir membuat ramai jagat politik nasional.

Pasalnya, nama partai yang pernah dibubarkan Presiden Soekarno sempat muncul pada tahun 1999. Bahkan saat pemilu era reformasi tersebut turut diikuti oleh dua partai yang menggunakan nama Masyumi, yakni Partai Masyumi dan Partai Masyumi Baru. Meski selepas itu kedua partai tersebut tak pernah muncul lagi hingga Pemilu 2019.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan jika pendirian partai politik merupakan hak setiap orang. Bahkan menurutnya, kemunculan partai baru mampu mewarnai kancah perpolitikan nasional.

Namun pria yang kini menjabat Ketua Komisi VIII DPR RI itu pun berharap, kemunculan partai berbasis Islam menjadi energi baru untuk kemaslahatan umat tanpa saling melemahkan satu sama lain.

“Yang paling penting itu aspirasi umat ini tidak saling melemahkan. Justru kemunculan partai-partai Islam itu harus menjadi energi, energi berbarengan, bukan energi masing-masing,” ucapnya saat ditemui usai menghadiri Perayaan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kota Serang, Selasa (10/11/2020).

Bukan tanpa sebab, dijelaskan Yandri, jika persoalan konfrontasi yang kini terjadi masyarakat membutuhkan sikap para elit politik di tingkat nasional untuk saling bersama-sama merangkul satu sama lain tanpa harus saling menjatuhkan.

“Jadi umat ini perlu keguyuban para politisi di tingkat nasional. Jadi tidak saling menghina, saling mencaci antar partai Islam dengan partai yang lain atau dengan partai berbasis Islam itu sendiri,” tegasnya.

Untuk itu, ia pun memberikan respon positif terkait deklarasi kembalinya Partai Masyumi yang digadang-gadang akan turut meramaikan kancah perpolitikan nasional di pemilu yang akan datang.

“Iya, bagus-bagus aja,” tutupnya. (*/YS)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien