CILEGON– Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur terus dilakukan Pemerintah Kota Cilegon melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Salah satunya dengan memfasilitasi pelaksanaan profiling bagi 450 aparatur sipil negara (ASN) secara gratis melalui koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh, turut hadir pada hari pertama pelaksanaan profiling ASN secara digital menggunakan metode asesmen terstandar di UPT BKN Serang.
Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Senin (19/10/2026) hingga Jumat (23/10/2026).
Program profiling menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemetaan potensi dan kompetensi ASN di lingkungan Pemkot Cilegon.
Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya mendorong pengelolaan sumber daya aparatur yang lebih terarah sesuai kebutuhan organisasi.
Kepala BKPSDM Kota Cilegon, Joko Purwanto, mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 1.000 ASN mengikuti profiling pada 2026. Untuk merealisasikan target tersebut, BKPSDM melakukan koordinasi dengan BKN.
Hasil koordinasi tersebut membuahkan kesempatan bagi 450 ASN untuk mengikuti profiling secara gratis.
“Kami telah koordinasi dengan BKN, akhirnya 450 gratis dan sudah kita laksanakan sekarang dari Senin-Jumat,” katanya, Ahad (25/10/2026).
Dengan dukungan 450 kuota gratis dari BKN dan rencana pembiayaan bagi 260 ASN melalui APBD, masih terdapat 290 ASN yang perlu difasilitasi untuk memenuhi target 1.000 peserta.
Untuk itu, BKPSDM berencana kembali berkoordinasi dengan BKN pada Desember mendatang guna mengupayakan tambahan kuota gratis.
Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar Pemkot Cilegon agar target profiling ASN dapat tercapai di tengah keterbatasan anggaran.
“Terkait profiling ASN di Pemkot Cilegon, kami BKPSDM tahun ini menargetkan 1.000 orang ASN. Cuma karena APBD 2026 ini efisiensi, belum bisa teranggarkan secara maksimal,” ujarnya.
Upaya pemenuhan target kemudian dilanjutkan melalui penganggaran daerah. BKPSDM mengusulkan pembiayaan tambahan dalam APBD Perubahan 2026 agar lebih banyak ASN dapat mengikuti program tersebut.
Namun, setelah dilakukan rasionalisasi anggaran, alokasi yang tersedia hanya mencakup 260 ASN.
Ia menegaskan, dukungan APBD tetap menjadi bagian penting dari komitmen Pemkot Cilegon dalam mendorong peningkatan kualitas aparatur.
Kontribusi tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan BKN untuk memperluas kesempatan ASN mengikuti profiling.
“Seandainya dari APBD ini bisa dieksekusi, minimal kita bisa menunjukkan niat kepada BKN bahwa Pemkot Cilegon ikut berkontribusi melalui APBD, walaupun hanya 260 orang,” tuturnya.
Melalui sinergi dengan BKN dan dukungan anggaran daerah, BKPSDM berharap pelaksanaan profiling dapat menjangkau lebih banyak ASN.
Dengan demikian, upaya pemetaan potensi dan kompetensi aparatur di lingkungan Pemkot Cilegon dapat terus berjalan sebagai bagian dari penguatan tata kelola kepegawaian dan peningkatan kualitas pelayanan publik. ***