Dewan Pendidikan Cilegon Didorong Jadi Mitra Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan

CILEGON — Keberadaan Dewan Pendidikan Kota Cilegon, dinilai memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan sumber daya manusia dan kompetensi tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan Dewan Pendidikan merupakan mitra strategis yang dapat membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi berbagai persoalan pendidikan sekaligus mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

“Dewan Pendidikan kan mitra strategis dari Dinas Pendidikan dan membantu kita juga menjawab persoalan-persoalan, mencari solusi persoalan-persoalan pendidikan yang ada di Kota Cilegon,” kata Heni.

Salah satu persoalan yang dapat menjadi perhatian bersama adalah keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus dalam mengajarkan muatan lokal (Mulok) Bahasa Jawa Cilegon, termasuk penggunaan bahasa bebasan.

Heni mengatakan sinergi antara Dewan Pendidikan dan Dindikbud diperlukan agar peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Dewan Pendidikan merupakan mitra strategis dari Dinas Pendidikan dan tentu ini juga membantu kami, membantu Pemerintah Kota Cilegon dalam rangka tentu saja tujuannya sama, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mencakup ketersediaan sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, kata Heni, Dewan Pendidikan diharapkan dapat mengambil bagian dalam memberikan masukan, melakukan pendampingan, serta mendorong munculnya solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan yang dihadapi Kota Cilegon.

“Dewan Pendidikan merupakan mitra strategis dari Dinas Pendidikan dan tentu ini juga membantu kami, membantu Pemerintah Kota Cilegon dalam rangka tentu saja tujuannya sama, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan baik dari segi sarana prasarana, kemudian sumber daya manusia,” jelasnya.

Salah satu bentuk kolaborasi yang dinilai penting, lanjut Heni, yakni meningkatkan profesionalitas dan kemampuan guru dalam menyampaikan materi muatan lokal yang berkaitan dengan bahasa dan budaya Cilegon.

Dindikbud, katanya, selama ini juga terus memberikan pelatihan kepada guru-guru, termasuk guru kelas yang mendapat tugas mengajarkan Mulok Bahasa Jawa Cilegon.

“Dari hari ke hari itu terus mengadakan pelatihan-pelatihan bagi guru yang sebetulnya di sekolah itu guru kelas, tapi juga kita berikan pelatihan untuk bahasa Mulok Cilegonnya,” katanya.

Heni berharap Dewan Pendidikan dapat bersinergi lebih erat dengan Dindikbud sehingga guru-guru yang mengajarkan muatan lokal Bahasa Jawa Cilegon semakin profesional dan memahami penggunaan bahasa bebasan dengan baik.

“Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi solusi bagaimana Dewan Pendidikan bersinergi dan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon supaya lebih profesional guru-gurunya, lebih terlatih dan benar-benar paham menggunakan Bahasa Jawa bebasan untuk anak-anak didiknya,” ungkapnya.

Ia menambahkan pembelajaran muatan lokal tetap menjadi bagian dari pendidikan di seluruh sekolah di Kota Cilegon, baik pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

“Kita sebetulnya tidak memetakan. Karena semua guru di sekolah dasar dan sekolah SMP memang sudah ada, harus ada guru Mulok,” ujarnya.***

Comments (0)
Add Comment