Hadirkan Hunian Asri, PT SKS Sulap Lahan Eks Galian C di Cilegon Jadi Ratusan Rumah Subsidi

CILEGON – PT Sumber Kemakmuran Sejahtera (SKS) mengembangkan lahan bekas pertambangan galian C seluas kurang lebih 9 hektare menjadi kawasan hunian bersubsidi melalui Perumahan De’Mansion Cilegon.

Proyek yang berada di Kelurahan Lebak Denok dan Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten, itu diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pengembangan tersebut menjadi upaya perusahaan memanfaatkan lahan bekas pertambangan agar kembali produktif dan memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Kawasan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas pengerukan itu kini diarahkan menjadi permukiman dengan konsep hunian nyaman dan asri.

Komisaris PT Sumber Kemakmuran Sejahtera, Suryani, mengatakan pembangunan Perumahan De’Mansion Cilegon merupakan bagian dari upaya pemanfaatan kembali lahan pascatambang melalui pengembangan kawasan perumahan bersubsidi.

“Kita mewujudkan aturan main dalam pertambangan, yakni reklamasi. Alhamdulillah, hari ini sudah terwujud untuk dibangun dan dimanfaatkan menjadi perumahan bersubsidi. Dengan luas kurang lebih 9 hektare, kita akan membangun rumah bersubsidi yang berada di lingkungan Sondol dan Tembok,” ujar Suryani saat peresmian akad kredit, Senin (26/10/2026).

Menurut dia, pengembangan perumahan tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Suryani mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam pembangunan rumah subsidi dilandasi keinginan untuk ikut mendukung agenda pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.

“Terpanggil hati untuk bagaimana sama-sama mewujudkan program pemerintah kita, Bapak Prabowo, yakni membuat hunian bersubsidi untuk masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah,” katanya.

Pada tahap awal pengembangan, perusahaan telah melaksanakan akad kredit untuk 23 unit rumah.

Selanjutnya, pengembang menargetkan pembangunan dan pemasaran sebanyak 120 unit rumah pada tahap pertama.

“Alhamdulillah, hari ini kita akad kredit sebanyak 23 unit. Ke depan, insyaallah ada 120 unit pada tahap pertama yang akan kita luncurkan lagi,” ungkap Suryani.

Ia menilai kebutuhan hunian di Kota Cilegon dan sekitarnya masih terbuka seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap rumah dengan harga terjangkau.

Karena itu, pengembangan perumahan subsidi diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri.

Suryani juga berharap pemanfaatan lahan bekas galian C menjadi kawasan perumahan dapat mendorong pelaku usaha pertambangan lainnya untuk mengoptimalkan lahan yang sudah tidak digunakan.

“Saya ingin mengajak dan mengedukasi rekan-rekan semua bahwa lahan eks galian itu harus dimanfaatkan sedemikian rupa. Baik dibuat perumahan, perkebunan, ataupun yang lainnya yang bermanfaat. Jangan sampai dibiarkan berlubang-lubang,” tegasnya.

Sementara itu, Legal De’Mansion Cilegon, Inayati, menjelaskan bahwa kawasan tersebut direncanakan mampu menampung hampir 700 unit rumah secara keseluruhan.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan konsep hunian yang nyaman, asri, dan strategis.

Untuk salah satu tahap pengembangan, pihaknya menyiapkan sekitar 300 unit rumah di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektare.

Guna memberikan kemudahan kepada calon konsumen, pengembang juga menawarkan program uang muka atau down payment (DP) nol rupiah.

Melalui program tersebut, konsumen tidak perlu membayar uang muka kepada pengembang, tetapi tetap perlu menyiapkan biaya administrasi perbankan sesuai ketentuan.

“Kita tahap pertama ini free DP. Jadi konsumen hanya menyiapkan biaya untuk perbankannya saja, seperti pembukaan rekening dan kebutuhan administrasi lainnya. Kalau dari developer, DP nol,” jelas Inayati.

Terkait aspek lingkungan, Inayati mengatakan pengembang telah mempertimbangkan kondisi elevasi lahan dan potensi banjir dalam perencanaan kawasan.

Dengan pengembangan tersebut, Perumahan De’Mansion Cilegon diharapkan tidak hanya menjadi alternatif hunian bersubsidi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lahan bekas pertambangan.***

CilegonEks Galian CPerumahan De’Mansion Cilegon
Comments (0)
Add Comment