CILEGON– Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Cilegon mematangkan persiapan menghadapi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Banten 2026.
Berbagai aspek, mulai dari kesiapan atlet, kelengkapan administrasi, hingga sarana pertandingan, menjadi perhatian dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Sekretariat NPCI Kota Cilegon, Minggu (25/10/2026).
Peparprov Banten 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27-30 November mendatang di Kota Tangerang Selatan.
Dalam ajang olahraga bagi atlet penyandang disabilitas tersebut, NPCI Kota Cilegon menargetkan dapat mengirimkan atlet-atlet terbaik untuk bersaing dengan kontingen dari daerah lain di Provinsi Banten.
Rapat pemantapan itu melibatkan jajaran pengurus NPCI Kota Cilegon bersama para pelatih dari berbagai cabang olahraga (cabor).
Pertemuan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan kontingen sekaligus mengidentifikasi sejumlah kendala teknis yang masih perlu diselesaikan sebelum keberangkatan.
Sekretaris NPCI Kota Cilegon, Abdal Yusro Al Ansor, mengatakan hasil koordinasi menunjukkan bahwa para pelatih dari seluruh cabor telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti Peparprov Banten 2026.
Kesiapan tersebut menjadi modal penting bagi kontingen Cilegon dalam menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah menyelesaikan rapat koordinasi antara pengurus NPCI Kota Cilegon beserta para pelatih. Kabar baiknya, para pelatih di semua cabor sudah sangat siap menurunkan para anak didiknya ataupun para atletnya untuk mengikuti event Peparprov 2026 ini,” ujar Abdal.
Meski secara umum persiapan berjalan baik, pengurus masih mencatat beberapa persoalan teknis yang harus segera dituntaskan. Kendala tersebut berkaitan dengan kebutuhan perlengkapan atlet serta kelengkapan administrasi yang menjadi persyaratan dalam mengikuti pertandingan.
Salah satu persoalan ditemukan pada cabor panahan. Seorang atlet mengalami kendala pada kaki palsu yang digunakan untuk menunjang aktivitasnya saat bertanding.
Perangkat tersebut dilaporkan retak atau pecah sehingga membutuhkan penanganan agar atlet dapat mengikuti kompetisi dengan baik.
Selain itu, pengurus juga tengah menyelesaikan persoalan administrasi seorang atlet bulutangkis yang masih memerlukan penyesuaian dokumen MDF dan sejumlah berkas pendukung lainnya.
Penyelesaian dokumen tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan atlet memenuhi persyaratan keikutsertaan dalam Peparprov.
Abdal mengatakan, pengurus berupaya menuntaskan berbagai kendala tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Langkah ini dilakukan agar persoalan teknis maupun administrasi tidak menghambat keikutsertaan atlet dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Banten tersebut.
“Itu tentu menjadi PR bagi kita untuk mengatasinya. Selain itu, pihak pengurus juga sudah berkoordinasi dengan perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga,” kata Abdal.
Dalam Peparprov Banten 2026, NPCI Kota Cilegon menyiapkan kontingen yang terdiri atas 35 atlet dan tujuh pelatih.
Selain itu, terdapat 17 orang official dan pendamping yang akan membantu kebutuhan kontingen selama mengikuti rangkaian pertandingan.
Dari sisi perlengkapan, pengurus memastikan persiapan atribut kontingen, seragam, hingga peralatan pertandingan telah dilakukan.
Kelengkapan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan atlet dan pelatih sehingga mereka bisa lebih fokus menjalani pertandingan.
Pengurus juga terus memantau kesiapan masing-masing cabor untuk memastikan seluruh atlet dapat berpartisipasi sesuai jadwal yang ditetapkan.
Koordinasi menjelang pelaksanaan menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan kendala yang berpotensi muncul saat pertandingan berlangsung.
Ketua NPCI Kota Cilegon, Hasbillah, berharap seluruh atlet, pelatih, official, dan pendamping dapat menjaga kekompakan selama menjalani persiapan hingga pelaksanaan Peparprov.
Menurutnya, kesiapan fisik dan semangat bertanding perlu diimbangi dengan kedisiplinan serta kondisi kesehatan yang terjaga.
Ia juga mengingatkan para atlet agar memanfaatkan waktu menjelang pertandingan untuk menjaga kebugaran dan mempersiapkan diri secara optimal.
Dengan persiapan yang matang, para atlet diharapkan mampu menampilkan kemampuan terbaiknya saat menghadapi pesaing dari kabupaten dan kota lain.
“Tentunya kami dari NPCI Kota Cilegon mengimbau kepada para pelatih maupun atlet agar tetap menjaga kesehatan menjelang event Peparprov 2026 ini. Dan tentu saja, kami sangat membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cilegon,” harapnya.
Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan kontingen, termasuk penyelesaian kendala teknis yang masih dihadapi. Sinergi antara NPCI, pelatih, atlet, dan pemerintah diharapkan dapat memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Dengan komposisi 35 atlet yang disiapkan, NPCI Kota Cilegon kini berfokus menuntaskan berbagai kebutuhan sebelum memasuki masa pertandingan. Kontingen diharapkan dapat tampil maksimal, meraih prestasi, serta membawa nama baik Kota Cilegon dalam Peparprov Banten 2026.***