CILEGON – PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN), anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), kini membuka akses fasilitas kepelabuhanan untuk mendukung kebutuhan logistik pelaku industri dan pengguna jasa eksternal.
Direktur PT Chandra Pelabuhan Nusantara Edi Riva’i, Jumat (4/9/2026) mengatakan, CPN telah memperoleh Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Perizinan tersebut memungkinkan CPN memperluas pemanfaatan fasilitas kepelabuhanan, termasuk tiga dermaga dengan kapasitas hingga 80.000 DWT.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri di Cilegon dan sekitarnya.
Edi mengatakan, perolehan izin tersebut menjadi bagian penting dari transformasi CPN yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk kebutuhan operasional internal Chandra Asri Group.
“Perolehan Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum menandai transformasi penting bagi CPN. Infrastruktur yang selama ini terutama mendukung kebutuhan operasional Chandra Asri Group kini dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri dan pengguna jasa eksternal sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
CPN mengoperasikan tiga dermaga dengan kapasitas berbeda. Dermaga A memiliki kapasitas maksimum 80.000 DWT, Dermaga B hingga 6.000 DWT, dan Dermaga C hingga 10.000 DWT.
Menurut Edi, keberadaan tiga dermaga dengan kapasitas yang beragam menjadi salah satu keunggulan CPN dalam melayani kebutuhan logistik industri.
“Dengan lokasi strategis di Cilegon, tiga dermaga dengan kapasitas yang beragam, serta fasilitas penyimpanan dan penanganan produk cair yang terintegrasi, CPN memiliki kapabilitas untuk mendukung kebutuhan logistik industri secara andal, aman, dan efisien,” imbuhnya.
Selain melayani kegiatan sandar dan tambat kapal, CPN juga memfasilitasi bongkar muat berbagai produk kimia dan petroleum olahan cair.
Produk yang dapat ditangani antara lain naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, dan PFO.
Kemampuan tersebut membuat fasilitas CPN dapat mendukung kebutuhan logistik berbagai sektor industri, terutama petrokimia dan kimia.
Di sisi lain, CPN juga memiliki fasilitas penyimpanan berupa tank farm yang terdiri atas 56 tangki dengan kapasitas gabungan mencapai 501.606 meter kubik.
Fasilitas tersebut terdiri atas 25 tangki atmosferik untuk produk kimia cair, seperti naphtha, MTBE, dan methanol, serta 31 tangki bertekanan untuk produk gas cair, seperti ethylene, propylene, butadiene, dan butene-1.
Kombinasi fasilitas dermaga, bongkar muat, dan tank farm memungkinkan CPN mendukung rantai pasok industri mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, hingga distribusi produk melalui jalur laut.
Lokasi CPN di Cilegon, Banten, juga dinilai strategis karena memiliki akses pelayaran melalui Selat Sunda yang terhubung dengan rute domestik, regional, dan internasional.
Pembukaan akses bagi pengguna jasa eksternal dinilai dapat memperluas peluang kerja sama CPN dengan pelaku industri yang membutuhkan layanan kepelabuhanan dan logistik untuk produk cair maupun bahan baku industri.
“Kami melihat pembukaan akses ini sebagai langkah strategis untuk memperluas peran CPN dalam ekosistem logistik dan kepelabuhanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi konektivitas dan daya saing industri nasional,” jelas Edi.
Menurut Edi, CPN selanjutnya akan mendorong pemanfaatan fasilitas tersebut agar dapat memberikan nilai tambah bagi kebutuhan logistik industri.
“Kami ingin CPN berkembang sebagai infrastruktur logistik yang memberikan nilai tambah nyata bagi industri. Fokus kami adalah menghadirkan layanan kepelabuhanan yang mengutamakan keselamatan, keandalan, efisiensi, dan kualitas pelayanan,” tegasnya.
CPN juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pengguna jasa dan mitra industri yang membutuhkan layanan logistik yang kompetitif dan dapat diandalkan.
“Dengan kapabilitas yang kami miliki saat ini, kami terbuka untuk menjajaki peluang kerja sama dengan pengguna jasa dan mitra industri yang membutuhkan solusi logistik yang kompetitif dan dapat diandalkan,” tutupnya.***