Kolaborasi Pemkot Cilegon dan Industri, 120 SD dan SMP Kelola Sampah di Sekolah

CILEGON – Pemkot Cilegon berkolaborasi dengan industri untuk mengelola sampah di 120 SD dan SMP yang ada di Kota Cilegon.

Kolaborasi tersebut dilakukan lewat program Kolaborasi Ekonomi Sirkular Kelola Sampah di Sekolah (KOLASE) yang diinisiasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), dan Yayasan Bakti Barito.

Ratusan sekolah yang dilibatkan dalam pengolahan sampah ini merupakan perluasan hasil replikasi dari pelaksanaan KOLASE yang telah dijalankan sejak 2023 pada 20 sekolah di Kota Cilegon.

Program pengolahan sampah Chandra Asri ini mendorong pelajar dan guru memulai pengelolaan sampah, pemilahan, sekaligus memperkuat keterhubungan antara sekolah dan bank sampah agar sampah yang dipilah dapat dikumpulkan dan dikelola lebih lanjut.

Program tersebut didukung dengan fasilitas drop box sampah terpilah dan alat pres sampah untuk membantu proses pemilahan dan pengumpulan di lingkungan sekolah.

Sejak pelaksanaanya pada 2023, KOLASE terus dikembangkan untuk memperluas keterlibatan sekolah dalam pengelolaan sampah. Pada 2025, program ini telah dilaksanakan di 20 sekolah dan berhasil mengelola 35 ton sampah bersama mitra bank sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri mengungkapkan, sebanyak 120 sekolah yang kini terlibat dalam program KOLASE merupakan sekolah-sekolah yang telah menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Kata Sabri, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon sebelumnya melakukan pendekatan kepada sekolah-sekolah yang ingin mengambil bagian dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Ke depan, KOLASE akan terus terbuka bagi sekolah-sekolah lain yang memiliki komitmen dan berminat untuk terlibat, sehingga semakin banyak sekolah dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengelola sampah di Kota Cilegon,” ungkap Sabri.

Sementara itu, Direktur Legal, Hubungan Eksternal, dan Ekonomi Sirkular Chandra Asri Group, Edi Rivai menjelaskan, sebagai pelaku industri di Kota Cilegon, Chandra Asri Group melihat pentingnya kolaborasi yang mendorong praktik pengelolaan sampah mulai dari sumbernya.

“Melalui KOLASE kami mendukung sekolah untuk membangun praktik pemilahan sekaligus memperkuat keterhubungan dengan bank sampah, sehingga sampah yang telah dipilah dapat dikelola secara lebih baik dan memiliki peluang untuk kembali memberikan nilai,” paparnya

Dengan melibatkan 120 sekolah, KOLASE memiliki potensi untuk memperluas praktik pemilahan sampah kepada lebih banyak warga sekolah, memberikan manfaat ekonomi dengan pelibatan 11 mitra bank sampah, sekaligus mengurangi timbulan sampah yang berakhir di TPA.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama, memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di Kota Cilegon. Sebagai Mitra Pertumbuhan, Chandra Asri Group akan terus mendorong kolaborasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.” tambah Edi.

Sejalan dalam upaya tersebut, Chandra Asri Group dan Yayasan Bakti Barito turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan KOLASE yang dinisisasi oleh DLH Kota Cilegon.

Dukungan meliputi penyediaan fasilitas penunjang pengelolaan sampah di sekolah yang diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan sampah sekaligus membuka nilai ekonomi bagi sekolah dan peserta didik.

Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari mengatakan, sekolah merupakan tempat untuk membangun kebiasaan dan karakter generasi muda. Melalui KOLASE, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk belajar mengenai pentingnya memilah sampah, tetapi menjadi ruang untuk mempraktikkan pengelolaan sampah secara langsung dan melihat manfaatnya.

“Pembelajaran yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membentuk kebiasaan yang dibawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Kata dia, program tersebut sejalan dengan komitmen Yayasan Bakti Barito dalam mendukung pendidikan dan lingkungan.

“Kami mendukung KOLASE melalui program Green Guardians sebagai langkah nyata untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan praktik ekonomi sirkular dan memperkenalkan potensi nilai ekonomi dari pengelolaan sampah,” ujar Dian.

KOLASE diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis sekolah di Kota Cilegon.

Perluasan KOLASE menjadi langkah bersama untuk memperkuat peran sekolah dalam pengelolaan sampah sekaligus memperluas praktik pemilahan dari sumber.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, bank sampah, dan berbagai pihak lainnya, program ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah, memperluas praktik ekonomi sirkular, dan mewujudkan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Cilegon.***

IndustriKolasePemkot CilegonSampah
Comments (0)
Add Comment