RSUD Cilegon Diduga Tolak Pasien BPJS, Robinsar Ingatkan Rumah Sakit Harus Layani dengan Baik

CILEGON – Walikota Cilegon Robinsar menegaskan setiap rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tidak boleh menolak pasien, terutama peserta BPJS Kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Robinsar menyikapi adanya dugaan penolakan pasien BPJS warga asal Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, yang hendak menjalani operasi benjolan di leher di RSUD Cilegon.

“Wah enggak lah, kalau menolak sih enggak, karena mungkin ada SOP yang harus dilakukan. Tapi saya ingatkan juga ini terus humanis, intinya gitu,” kata Robinsar, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, prosedur dan standar operasional pelayanan di rumah sakit tetap harus dijalankan. Namun, hal tersebut tidak boleh mengesampingkan sisi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

“Tapi semuanya ada aturannya,” sambungnya.

Robinsar bahkan menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pelayanan medis.

“Gak boleh, nggak boleh, nggak boleh, nggak boleh ada kayak gitu. Harus melayani dengan baik,” tegasnya.

Dugaan RSUD Cilegon Tolak Pasien BPJS

Sebelumnya, salah satu warga Anton, mengungkapkan istrinya telah menjalani pemeriksaan di dua rumah sakit swasta di Kota Cilegon sebelum akhirnya mendapatkan rujukan ke RSUD Cilegon.

Anton mengatakan, istrinya disarankan mendapatkan penanganan di RSUD Cilegon karena fasilitas untuk tindakan operasi di rumah sakit sebelumnya dinilai belum memadai.

“Kami sudah berobat ke dua rumah sakit. Saat mengajukan operasi untuk penyakit kelenjar getah bening istri saya, kami dirujuk ke RSUD Cilegon karena menurut pihak Rumah Sakit Hermina dan Kimia Farma peralatan operasinya belum lengkap,” kata Anton kepada wartawan, Jumat (7/8).

Setibanya di RSUD Cilegon, Anton mengaku mendapat penjelasan bahwa tindakan operasi belum dapat dilakukan karena kondisi benjolan di leher istrinya dinilai belum memenuhi pertimbangan medis untuk dilakukan pembedahan.

“Saat bertemu dokter di RSUD, kami diberi penjelasan bahwa benjolan di leher istri saya belum besar sehingga operasi belum dilakukan. Kami hanya diberi obat dan diminta menunggu,” ujarnya.

Anton menuturkan kondisi kesehatan istrinya dalam beberapa bulan terakhir justru mengalami penurunan.

Pasien disebut mengalami keluhan pada bagian tenggorokan, disertai penurunan nafsu makan hingga berat badan ikut turun.

Pihak keluarga berharap pasien dapat memperoleh penanganan medis sesuai hasil pemeriksaan dokter dan kebutuhan medisnya.***

Comments (0)
Add Comment