CILEGON – Warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Jahidi, menjadi korban penusukan di kawasan Fly Over Merak, Kota Cilegon, yang lokasinya tidak jauh dari Polsek Merak. Peristiwa tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya bagi keluarga korban.
Penusukan terjadi pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, Jahidi mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis hingga menjalani operasi.
Istri korban, Lena, mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian dan proses pemeriksaan telah dilakukan, termasuk pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di tingkat Polres Cilegon.
Namun, keluarga mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai identitas pelaku maupun motif penusukan yang dialami Jahidi.
“Katanya ODGJ, tapi buktinya mana? ODGJ-nya seperti apa? Kami sebagai keluarga jadi bertanya-tanya,” ujar Lena.
Menurut Lena, informasi mengenai dugaan pelaku yang disebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih belum jelas. Keluarga berharap polisi dapat memastikan informasi tersebut berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan.
Lena menjelaskan sebelum kejadian, suaminya yang bekerja sebagai mekanik mendapat pekerjaan secara freelance di sebuah bengkel di kawasan Cikuasa, Merak. Keluarga kemudian berupaya mendatangi lokasi tersebut untuk mencari informasi mengenai aktivitas korban sebelum peristiwa penusukan.
Namun, upaya tersebut belum memperoleh keterangan yang cukup. Sejumlah nama, seperti Nuridin dan Jaiman, juga disebut dalam informasi yang diterima keluarga, tetapi belum diketahui secara pasti keterkaitannya dengan kejadian tersebut.
“Kemarin saya sudah telepon Nuridin. Katanya tidak ada di bengkel situ. Jaiman juga katanya tidak tahu. Makanya kami bingung,” katanya.
Keluarga juga menyoroti barang bukti berupa pisau yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut. Lena mengatakan pisau itu dalam kondisi berkarat, tetapi bagian ujungnya masih terlihat runcing.
“Pisaunya berkarat, tapi runcing sekali. Kami tidak tahu pasti apakah itu alat yang digunakan atau bagaimana. Kami berharap semuanya diperiksa secara jelas,” ujarnya.
Lena berharap kondisi suaminya terus membaik dan meminta kepolisian mengungkap perkara tersebut secara terang, termasuk memastikan pelaku dan motif penusukan.
“Kami ingin pelakunya jelas. Kalau memang ODGJ, buktinya seperti apa? Kalau bukan, siapa pelakunya?” kata Lena.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Merak Toto Hermawan mengatakan penyidikan perkara tersebut masih berlangsung dan mendapat bantuan dari Satreskrim Polres Cilegon.
“Masih penyidikan, saat ini ditangani sama Satreskrim Polres Cilegon,” kata Toto.
Ia mengatakan polisi telah memeriksa tiga orang saksi yang terdiri atas istri korban dan dua orang yang disebut sebagai teman kerja korban.
Namun, keterangan para saksi belum dapat mengungkap secara langsung pelaku penusukan karena tidak ada saksi yang berada tepat di sekitar lokasi saat kejadian.
“Yang mengetahui pas kejadiannya tidak ada di sekitar. Tidak ada penunjuk-penunjuk lisan dan korban juga melihat sudah begitu,” ujarnya.
Polisi juga masih mendalami motif dan modus operandi, termasuk memastikan apakah terdapat barang milik korban yang hilang saat kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ditemukan laporan kehilangan telepon seluler maupun barang lainnya milik korban.
“HP tidak ada yang hilang. Kenek atau sopir, HP tidak ada yang hilang,” katanya.
Terkait informasi mengenai dugaan pelaku yang disebut ODGJ, Toto mengatakan pihaknya memang menerima informasi mengenai keberadaan seseorang yang disebut ODGJ di kawasan Pak Tanggangan arah jalan. Namun, lokasi tersebut dinilai cukup jauh dari tempat kejadian perkara.
“ODGJ itu di Pak Tanggangan di arah jalan. Masih simpang siur soal ODGJ,” ujarnya.
Polisi juga belum menemukan saksi yang melihat secara langsung orang tersebut melakukan penusukan terhadap korban.
“Enggak ada teriak-teriak dan tidak ada saksi sama sekali,” kata Toto.
Kepolisian hingga kini masih mendalami seluruh informasi, keterangan saksi, dan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Polisi belum menyimpulkan identitas pelaku maupun motif penusukan dan masih berupaya mengungkap kasus tersebut.***