Warga Pabean Cilegon Keluhkan Debu Yang Diduga dari Aktivitas Tambang Bojonegara Masuk Rumah

CILEGON – Warga Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mengeluhkan debu yang beterbangan dan masuk ke kawasan permukiman dalam beberapa hari terakhir.

Debu tersebut diduga berasal dari aktivitas pertambangan yang berada di wilayah Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Keluhan warga muncul karena intensitas debu yang dirasakan semakin tinggi, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang ke arah permukiman warga.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari hingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Hasidi, salah satu tokoh muda Kelurahan Pabean, mengatakan warga mulai merasakan dampak debu yang cukup mengganggu dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

“Sekarang debunya lebih terasa dibanding biasanya. Rumah cepat kotor, kendaraan juga tertutup debu. Kami khawatir kalau terus-menerus terhirup bisa berdampak pada kesehatan,” ujar Hasidi kepada Fakta Banten, Rabu (17/6/2026).

Ia mengaku heran karena secara geografis kawasan permukiman di Pabean terhalang oleh Bukit Kedurung.

Namun demikian, debu tetap terbawa angin hingga mencapai lingkungan warga.

Menurut Hasidi, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu turun tangan untuk melakukan pengecekan lapangan guna memastikan sumber debu yang dikeluhkan masyarakat.

“Kalau memang berasal dari aktivitas tambang, harus ada langkah pengendalian yang lebih maksimal. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban akibat pencemaran debu,” katanya.

Aktivitas pertambangan di kawasan Bojonegara selama ini memang kerap menjadi sorotan masyarakat, terutama terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Debu dari proses penambangan disebut berpotensi menyebar ke wilayah sekitar apabila tidak dilakukan pengelolaan yang memadai.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun pemerintah terkait dugaan sumber debu yang dikeluhkan warga tersebut.

Masyarakat berharap ada investigasi dan pengawasan yang lebih ketat agar kualitas udara di lingkungan permukiman tetap terjaga serta tidak mengancam kesehatan warga.***

Comments (0)
Add Comment