TANGGAMUS — Sebaran abu vulkanik yang diduga dampak aktivitas Anak Gunung Krakatau mulai dirasakan warga di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Abu berwarna gelap terlihat menempel di sejumlah bagian rumah warga, terutama pada lantai teras dan halaman. Kondisi tersebut membuat warga harus berulang kali membersihkan rumah karena debu kembali muncul dan menempel.
Salah seorang warga, Era, mengatakan dirinya sudah beberapa kali menyapu lantai bagian depan rumah akibat abu yang terus menumpuk.
“Saya sudah beberapa kali sapu lantai depan rumah,” ujar Era.
Menurut Era, abu tersebut tidak hanya mengotori lantai rumah. Ketika terkena mata, debu juga menimbulkan rasa perih dan membuat warga merasa tidak nyaman beraktivitas.
“Perih kena mata,” katanya.
Dari foto yang diterima, terlihat abu atau debu berwarna gelap menyebar cukup luas di permukaan lantai teras rumah.
Bahkan, setelah dibersihkan, warga kembali harus menyapu ketika debu menempel dan terbawa angin.
Kondisi ini menjadi perhatian warga Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, khususnya apabila sebaran abu terus terjadi dan terbawa angin ke permukiman.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera memberikan informasi mengenai kondisi sebaran abu tersebut, termasuk imbauan mengenai langkah perlindungan bagi masyarakat.
Masyarakat juga diharapkan menggunakan masker dan pelindung mata ketika beraktivitas di luar rumah, serta menghindari menyapu abu dalam kondisi kering yang dapat membuat partikel debu kembali beterbangan.
Sebaran abu vulkanik ini menjadi perhatian karena dampaknya mulai dirasakan langsung warga, dari rumah yang harus berkali-kali dibersihkan hingga keluhan mata perih akibat paparan debu.***