Asep Hidayat Dukung Pernyataan Menteri AHY, Soroti Keselamatan Perlintasan Kereta di Banten Bahkan se Indonesia

 

 

SERANG – Anggota DPRD Provinsi Banten, Asep Hidayat, menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Menteri Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, terkait pentingnya pembenahan sistem transportasi nasional yang berkeadilan dan berorientasi pada keselamatan.

Asep menilai, pernyataan yang disampaikan AHY mencerminkan visi yang tepat dan strategis.

Menurutnya, pembangunan transportasi tidak boleh mengorbankan kelompok tertentu, baik laki-laki maupun perempuan, melainkan harus menghadirkan sistem yang aman, modern, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Negara harus memastikan sistem transportasi, baik darat, laut, maupun udara, termasuk perkeretaapian, berjalan dengan dukungan sarana dan prasarana yang sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan zaman,” ujar Asep Hidayat yang juga menjabat Ketua DPC partai Demokrat Kota Tangerang, Sabtu (2/5/2026).

Ia menegaskan bahwa keberadaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator utama perkeretaapian nasional sudah tepat, termasuk pemberian prioritas jalur khusus oleh negara.

Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya terkait keselamatan di perlintasan sebidang.

Asep menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api, terutama di daerah Banten dan Indonesia, yang belum dilengkapi dengan palang pintu otomatis dan sistem pengamanan modern. Bahkan, tidak sedikit perlintasan yang masih dijaga secara manual oleh masyarakat setempat.

“Ini menunjukkan masih adanya celah dalam koordinasi antara pemerintah dan PT KAI. Perlintasan sebidang sering kali dianggap sepele, padahal memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi, terutama pada jam-jam sibuk,” jelasnya.

Ia mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT KAI dalam meningkatkan keselamatan transportasi. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pembangunan infrastruktur alternatif seperti underpass dan flyover di titik-titik perlintasan yang padat.

“Jika perlintasan yang ramai dapat diganti dengan underpass atau flyover, saya yakin angka kecelakaan bisa ditekan secara signifikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Asep.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap kecelakaan, sekecil apa pun, tetap berdampak besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta tidak menganggap insiden di perlintasan sebagai hal biasa.

Politisi partai berlambang mercy ini berharap, pernyataan dan kebijakan yang disampaikan Menteri AHY dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi nasional, khususnya sektor perkeretaapian.

“Ini harus menjadi renungan bersama. Jangan sampai ada lagi nyawa rakyat yang terabaikan akibat kurangnya perhatian terhadap aspek keselamatan,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment