Belum 100 Persen, Pulau Tunda Jadi PR Terakhir Daerah Masuk Listrik di Banten

SERANG – Gubernur Banten Andra Soni memastikan rasio elektrifikasi rumah tangga saat ini sudah mencapai 99,94 persen. Hanya tersisa 1 titik yang belum teraliri listrik secara normal, yaitu Pulau Tunda, Kabupaten Serang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur usai menerima audiensi General Manager PLN UID Banten yang baru, Tonny Bellamy, bersama jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (29/7/2026).

“Untuk listrik ke rumah tangga kita sudah 99,94 persen. PR kita tinggal satu titik lagi, yaitu di Pulau Tunda, Kabupaten Serang. Itu dalam waktu dekat akan diselesaikan sehingga capaiannya dipastikan sudah 100 persen,” tegas Andra.

GM PLN UID Banten Tonny Bellamy menyatakan pihaknya siap mengeksekusi penyelesaian elektrifikasi di Pulau Tunda. Menurutnya, ini menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam pemerataan akses energi.

“Insya Allah dengan cadangan daya yang ada kita bisa memanfaatkan untuk sambungan ke industri, pusat bisnis dan masyarakat, termasuk ke wilayah 3T seperti Pulau Tunda. Target kita listrik untuk seluruh masyarakat Banten bisa 100 persen,” kata Tonny.

Pulau Tunda selama ini menjadi satu-satunya wilayah di Banten yang belum tersentuh jaringan listrik PLN. Penyelesaian di pulau tersebut akan menjadi penanda bahwa seluruh rumah tangga di Banten telah menikmati akses listrik.

Dalam kesempatan yang sama, Andra juga menyampaikan kabar baik terkait ketersediaan daya listrik di Banten. Saat ini Banten mengalami surplus pasokan listrik sebesar 30 persen dari daya tampung pemakaian.

Cadangan daya yang tersedia mencapai 3.750 megawatt. Kelebihan pasokan ini berasal dari sejumlah pembangkit listrik di Banten yang terkoneksi ke enam subsistem Jawa, Madura, dan Bali melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi SUTET 500 kV.

Bahkan pasokan juga berasal dari pembangkit Energi Baru Terbarukan EBT.

“Dengan jumlah ketersediaan listrik yang cukup besar itu, saya menjamin pasokan untuk industri aman. Ini juga sebagai dukungan untuk menjadikan Provinsi Banten sebagai daerah pusat industri hilirisasi,” ujar Andra.

Banten selama ini dikenal sebagai daerah pemasok listrik untuk wilayah Jawa dan Bali. Dengan surplus tersebut, Pemprov Banten optimis dapat menarik lebih banyak investor yang membutuhkan kepastian pasokan energi.

Gubernur menegaskan, Pemprov Banten akan terus berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan tidak ada lagi daerah yang gelap gulita. Sementara PLN UID Banten berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Penyelesaian Pulau Tunda ini penting. Setelah itu kita bisa fokus 100 persen untuk pengembangan industri dan UMKM dengan dukungan listrik yang stabil,” pungkas Andra.***

Comments (0)
Add Comment