Luas Panen Padi di Banten Susut 19 Ribu Hektare, Distan: Bukan Alih Fungsi Lahan, Tapi Gegara Iklim

SERANG -Dinas Pertanian Provinsi Banten memberikan penjelasan terkait data Angka Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 November 2026.

Berdasarkan data tersebut, luas panen padi Provinsi Banten pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 326.413 hektare.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 19.008 hektare atau 5,50 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat seluas 345.421 hektare.

Plt. Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Dadan Firdaus Setya P, menjelaskan bahwa penurunan tersebut merupakan dinamika sektor pertanian yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

“Faktor utama yang memengaruhi adalah kondisi iklim, pergeseran musim tanam, ketersediaan air irigasi, serta perubahan kalender panen di tingkat petani,” ujar Dadan, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, pada tahun 2026 kondisi iklim dan potensi kekeringan menjadi tantangan serius. Keterlambatan datangnya musim hujan dan terbatasnya ketersediaan air di sejumlah wilayah, terutama lahan tadah hujan dan jaringan irigasi yang belum optimal, memengaruhi keputusan petani untuk menanam.

“Perubahan waktu tanam juga menyebabkan pergeseran waktu panen, sehingga luas panen pada periode tertentu mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Untuk menjaga keberlanjutan produksi, Dinas Pertanian Provinsi Banten telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

Percepatan tanam dan optimalisasi lahan rawa dan lahan kering.

Lalu eningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari IP 200 ke IP 300 di lahan beririgasi teknis, Pemanfaatan benih unggul tahan kekeringan dan pengembangan mekanisasi.

Selanjutnya, Penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi jaringan tersier.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama pemerintah kabupaten/kota untuk mengetahui faktor dominan penyebab penurunan di masing-masing wilayah,” tegas Dadan.

Ia juga menekankan bahwa penurunan luas panen tidak serta-merta menunjukkan penurunan luas baku sawah atau alih fungsi lahan.

“Perlu analisis lebih lanjut terhadap data luas tanam, luas panen, kondisi pertanaman di lapangan, dan data LBS,” pungkasnya.***

BPSDistan BantenLahan panen padi
Comments (0)
Add Comment