SERANG– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis data keadaan ketenagakerjaan terbaru yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 berada di angka 6,48 persen.
Dengan persentase tersebut, jumlah pengangguran di wilayah Banten masih menembus ratusan ribu jiwa.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Mei 2026, jumlah pengangguran di Banten tercatat menembus angka 408 ribu orang.
Meski terbilang tinggi, angka ini mengalami penurunan sebanyak 3,24 ribu orang, sekaligus mencatat penurunan TPT sebesar 0,11 persen poin jika dibandingkan dengan data Februari 2026.
Turunnya angka pengangguran ini sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja.
Dari total penduduk usia kerja sebanyak 9,62 juta orang, jumlah angkatan kerja di Banten pada Mei 2026 mencapai 6,29 juta orang, bertambah 54 ribu orang dibanding Februari 2026.
Penduduk yang berhasil terserap di pasar kerja mencapai 5,88 juta orang, atau naik sebanyak 57 ribu orang dari Februari 2026.
Berdasarkan tingkat pendidikan, Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) mencatat TPT tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yakni menembus angka 9,99 persen.
Artinya, dari 100 orang angkatan kerja tamatan SMA, terdapat sekitar 9–10 orang yang menganggur.
Sebaliknya, pengangguran terendah berasal dari lulusan Diploma I/II/III yang hanya di angka 0,59 persen.
Secara keseluruhan distribusi, barisan pengangguran di Banten memang paling banyak diisi oleh tamatan SMA.
BPS Banten mencatat bahwa 34,85 persen dari total penganggur pada Mei 2026 adalah lulusan SMA.
Dengan kata lain, dari setiap 100 orang penganggur di Banten, sekitar 34 hingga 35 orang di antaranya merupakan lulusan SMA.
Adapun data pengangguran di Banten pada Mei 2026 berdasarkan wilayah tempat tinggal, yakni pengangguran di wilayah perkotaan jauh lebih tinggi, yakni menembus 7,43 persen, berbanding terbalik dengan wilayah perdesaan yang hanya sebesar 2,89 persen.
Jika ditarik tren dari Februari 2026, TPT perkotaan justru mengalami peningkatan sebesar 0,21 persen poin, sementara TPT perdesaan turun 1,23 persen poin.***