Pasca Erupsi Anak Krakatau, DLHK Banten Sebut Kualitas Udara di Serpong Masuk Tidak Sehat

TANGERANG – Pemantauan kualitas udara di Provinsi Banten pasca erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Senin (14/9/2026) menunjukkan hasil yang bervariasi.

Dari 10 titik pantauan, sebagian besar masih aman, namun satu wilayah di Tangerang Selatan tercatat melampaui batas normal.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten mencatat, berdasarkan data pukul 08.00 WIB dari 10 Stasiun Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di 8 kabupaten/kota, 3 titik berada pada kategori Baik dan 6 titik lainnya kategori Sedang.

Namun, satu titik di wilayah Serpong, Tangerang Selatan masuk dalam kategori Tidak Sehat.

Kepala DLHK Provinsi Banten, Wawan Gunawan, mengatakan tingginya polusi di Serpong tidak lepas dari peningkatan konsentrasi PM2,5.

“Hasil pemantauan menunjukkan satu titik ISPU di Serpong, Tangerang Selatan, masuk dalam kategori Tidak Sehat,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (14/9/2026).

Menurut Wawan, faktor utama penyebabnya adalah aktivitas kendaraan bermotor.

“Di Serpong yang melebihi baku mutu pada parameter PM 2,5 dikarenakan faktor aktivitas kendaraan bermotor roda 2, 4 dan 6 sehingga masuk kategori Tidak Sehat,” jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, DLHK Banten meminta masyarakat untuk lebih waspada, terutama kelompok rentan.

“Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan,” imbau Wawan.

Untuk masyarakat umum, aktivitas luar ruangan masih diperbolehkan dengan catatan tetap memantau kondisi kesehatan pribadi.

“Kami Pemprov Banten terus menyiagakan tim pemantau untuk memperbarui informasi kualitas udara secara berkala dan akan segera menginformasikan kepada masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya, warga Banten sempat diselimuti abu vulkanik pasca erupsi Anak Krakatau. Hingga saat ini DLHK masih memantau dampak lanjutan terhadap kualitas udara di wilayah Banten.***

Dlh BantenKualitas UdaraSerpong
Comments (0)
Add Comment