MAKKAH – Menjelang pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang I pada Senin 1 Juni 2026, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj) Dahnil Anzhar Simanjuntak menyampaikan tiga imbauan penting.
Pesan itu disampaikan Dahnil saat meninjau kesiapan di Ghalib Al-Sheikh Mosque 2, Makkah, Minggu (31/5/2026) malam.
Tiga imbauan ini wajib dipatuhi jemaah gelombang I yang akan pulang dari Jeddah, dan jemaah gelombang II yang akan bergerak ke Madinah pada 7 Juni 2026.
1. Jangan Masukkan Air Zam-zam ke Koper
Dahnil melarang jemaah membawa air zam-zam atau barang berat lain di dalam koper bagasi. Aturan maskapai penerbangan sangat ketat soal berat dan cairan.
Berat koper bagasi di pesawat dibatasi maksimal 32 kg, dan tas koper bagasi 7 kg.
“Zam-zam sudah ada mekanismenya. Nanti akan dikirim dan diserahkan resmi ke jemaah lewat asrama haji di Indonesia. Jangan dimasukkan koper karena rawan ditolak,” tegasnya.
2. Istirahat Cukup, Jaga Kesehatan Pasca Armuzna
Pasca puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina, Dahnil menyebut ini masa paling rawan.
Data menunjukkan angka kematian jemaah cenderung tinggi setelah Armuzna karena kelelahan dan comorbid.
“Manfaatkan waktu beberapa hari ini untuk istirahat. Jangan memforsir umrah sunnah, tawaf, atau ziarah berlebihan. Kalau badan tidak fit, langsung ke klinik sektor 24 jam,” imbaunya.
Ia juga minta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan pembimbing ibadah tidak memaksa jemaah ikut agenda ziarah padat. Kesehatan jemaah menjadi prioritas utama.
3. Petugas Wajib Siaga Penuh, Jemaah Wajib Tertib & Patuh
Dahnil memerintahkan seluruh PPIH di Makkah, Madinah, Jeddah tetap aktif mendampingi jemaah sampai detik terakhir kepulangan.
Ia melarang petugas Mengendurkan kinerjanya setelah Armuzna selesai.
“Saya perintahkan petugas tetap on. Awasi konsumsi, akomodasi, transportasi ke bandara. Jangan sampai ada jemaah terlantar,” perintahnya.
Untuk jemaah gelombang II, ia minta tertib ikut arahan petugas, koordinasi dengan pembimbing kloter sebelum ziarah, dan tidak mengejar target Arbain sampai mengorbankan kesehatan.
“1 Juni gelombang I pulang, 7 Juni gelombang II ke Madinah. Haji mabrur itu bukan hanya tuntas rukunnya, tapi juga patuh aturan dan jaga kesehatan sampai tiba di Tanah Air,” pungkasnya. (*/Red/MCH-2026)