LEBAK – Sebanyak 44 peserta resmi dikukuhkan sebagai Finalis Duta Batik dan Tenun Baduy Kabupaten Lebak 2026.
Pengukuhan tersebut dilakukan oleh istri Wakil Bupati Lebak Ny. Susi Amir Hamzah pada Sabtu (29/8/2026).
Para finalis yang berasal dari kategori remaja dan dewasa ini merupakan peserta terbaik yang berhasil melewati berbagai tahapan seleksi.
Mereka selanjutnya akan mengikuti rangkaian persiapan menuju Grand Final Duta Batik dan Tenun Baduy Kabupaten Lebak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2026.
Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi untuk mencari figur terbaik, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami, menjaga, dan memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Lebak, khususnya Batik dan Tenun Baduy yang memiliki nilai sejarah serta filosofi kehidupan masyarakat adat.
Salah satu finalis, Nevi Nurrul Afifah yang mewakili Kecamatan Curugbitung, mengungkapkan bahwa perjalanan hingga mencapai tahap final merupakan pengalaman berharga yang penuh proses pembelajaran.
Menurut Nevi, menjadi bagian dari ajang tersebut bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk ikut memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Menjadi bagian dari 44 finalis Duta Batik dan Tenun Baduy Kabupaten Lebak 2026 merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Perjalanan ini bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi bagaimana kami mampu memahami, menjaga, dan memperkenalkan kekayaan budaya Lebak kepada masyarakat luas,” ujar Nevi.
Ia menjelaskan, sebelum terpilih menjadi finalis, para peserta harus melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari wawancara, pemaparan program kerja, hingga tes pengetahuan mengenai Kabupaten Lebak.
“Setiap tahapan yang kami lalui menjadi proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan rasa percaya diri. Bagi saya, Duta Batik dan Tenun Baduy bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang untuk menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.
Setelah dikukuhkan sebagai finalis, para peserta masih akan menjalani sejumlah agenda lanjutan, di antaranya pembuatan video profil, pembekalan, hingga masa karantina sebelum memasuki malam grand final.
Nevi menilai, tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh finalis untuk memperkuat kemampuan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri sebagai representasi generasi muda Lebak.
“Gelar ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk membawa harapan besar dari Kabupaten Lebak ke panggung yang lebih luas. Semoga kami dapat menjadi bagian dari generasi yang mampu menjaga budaya, membawa inspirasi, serta memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia berharap para finalis dapat menjadi duta yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap budaya dan identitas daerah.
“Kami ingin membuktikan bahwa generasi muda Lebak memiliki kemampuan, semangat, dan kepedulian untuk ikut menjaga serta mempromosikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah,” tambah Nevi.
Pada malam puncak nanti, seluruh finalis akan kembali mengikuti penilaian akhir untuk menentukan berbagai kategori penghargaan, mulai dari pemenang utama, runner up, hingga kategori favorit.
Melalui Duta Batik dan Tenun Baduy Kabupaten Lebak 2026, diharapkan lahir generasi muda yang mampu menjadi penggerak dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkenalkan potensi Lebak ke tingkat yang lebih luas.
Batik dan Tenun Baduy bukan hanya karya seni, tetapi juga simbol nilai, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas Kabupaten Lebak. (*/Sahrul).