LEBAK– Upaya mendorong sektor pertanian agar semakin produktif mulai diwujudkan DPD KNPI Kabupaten Lebak melalui program pengembangan lahan pertanian bersama Yayasan Bakti Bela Negara dan sejumlah pihak terkait.
Langkah tersebut ditandai dengan penggarapan lahan sekitar 2 hektare di Desa Sangkanmanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Rabu (7/10/2026).
Program tersebut menjadi tahap awal dari target pengembangan lahan pertanian hingga 500 hektare yang direncanakan menyebar di 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak.
Ketua DPD KNPI Lebak, Cucu Komarudin, mengatakan program tersebut tidak ingin berhenti pada kegiatan tanam seremonial.
Menurutnya, pemuda harus hadir dengan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya petani.
“Revolusi pertanian harus mulai digagas. Untuk tahap awal kita menggarap sekitar dua hektare. Ke depan, kami menargetkan pengembangan hingga 500 hektare di Kabupaten Lebak,” kata Cucu.
Ia menjelaskan, KNPI Lebak akan mendorong pembinaan petani secara bertahap di setiap kecamatan.
Pendekatan tersebut dilakukan agar program pertanian tidak hanya berorientasi pada kegiatan tanam, tetapi juga memberikan pendampingan dan membuka peluang peningkatan produktivitas petani.
“Kami akan membina petani di setiap kecamatan. Harapannya, kolaborasi ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi petani,” ujarnya.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, KNPI menggandeng Yayasan Bakti Bela Negara serta mendapat dukungan dari unsur pemerintah daerah dan pihak lainnya.
Kabid Produksi Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, mengapresiasi langkah KNPI Lebak bersama Yayasan Bakti Bela Negara yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap sektor pertanian.
“Kami berterima kasih kepada KNPI Lebak dan Yayasan Bela Negara yang peduli terhadap pertanian di Kabupaten Lebak. Tentu kami mendukung dan mengapresiasi program yang terus digencarkan KNPI,” kata Dodi.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan perdana, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten sehingga semakin banyak petani yang memperoleh manfaat.
Dukungan juga disampaikan Kabid Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lebak, Benu.
Ia menilai keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian merupakan bentuk kontribusi yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Pemuda harus seperti ini, memiliki kegiatan yang berdampak untuk masyarakat. Kami tentu mendukung. Semoga program tanam jagung ini bisa menjadi contoh bagi para pemuda lainnya di Kabupaten Lebak,” ujar Benu.
Dari sektor perbankan, Kepala Cabang Bank Banten Rangkasbitung, Uci Sanusi, menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar program yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Bakti Bela Negara, Kang Salam, mengatakan kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam mendorong kesejahteraan petani.
“Kolaborasi yang dibangun merupakan sinergi yang harus dilakukan untuk mewujudkan Lebak Ruhay dan Indonesia Emas. Dengan mendorong petani agar semakin sejahtera, kami yakin kesejahteraan yang diharapkan masyarakat Lebak dapat diwujudkan,” katanya.
Bagi masyarakat, manfaat program tersebut mulai dirasakan dari sisi kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi di sekitar lahan pertanian.
Udin, salah seorang petani di Kecamatan Cimarga, menyampaikan apresiasinya kepada KNPI Lebak, Yayasan Bakti Tani Bela Negara, Pemerintah Kabupaten Lebak, Bank Banten, serta seluruh pihak yang memberikan perhatian terhadap petani.
Menurutnya, program tersebut memberikan peluang tambahan bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang peduli terhadap petani. Program seperti ini bisa membuka lapangan pekerjaan dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” kata Udin.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap awal, tetapi terus dilanjutkan dengan pendampingan dan pengembangan lahan.
“Kami berharap program ini berlanjut karena manfaatnya jelas. Kalau pertanian berkembang, tentu yang merasakan langsung adalah petani dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui pengembangan lahan secara bertahap, KNPI Lebak berharap gerakan tersebut dapat menjadi salah satu model kolaborasi pemuda dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta kelompok tani dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Target 500 hektare yang dicanangkan pun menjadi pekerjaan lanjutan yang membutuhkan konsistensi, pendampingan, dan kerja bersama agar tidak sekadar menjadi angka perencanaan, tetapi benar-benar menghasilkan lahan produktif dan manfaat ekonomi bagi petani di Kabupaten Lebak. (*/Sahrul).