Cerminan Kemiskinan di Lebak: Viral Kakek 86 Tahun Ikat Perut Saat Berjualan Kangkung Demi Bertahan Hidup

LEBAK– Sebuah video yang memperlihatkan seorang kakek mengikat perutnya menggunakan tali plastik saat berjualan kangkung di Kabupaten Lebak, Banten, mengundang perhatian luas di media sosial.

Bukan sekadar video yang mengundang rasa iba, kisah itu juga memunculkan perbincangan mengenai potret kehidupan sebagian warga lanjut usia yang masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar di usia senja.

Sosok dalam video tersebut diketahui bernama Madhalim (86), warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak.

Di usia yang seharusnya dinikmati untuk beristirahat, Madhalim masih menyusuri jalan demi menjual kangkung yang dipetik dari rawa-rawa di sekitar tempat tinggalnya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketua Relawan Respek Peduli, Delima Humairo, mengatakan pihaknya telah mendatangi langsung kediaman Madhalim setelah video itu ramai diperbincangkan.

“Kami sudah berkunjung ke rumah Pak Madhalim. Kondisi keluarga beliau memang sangat memprihatinkan,” ujar Delima.

Menurut Delima, video yang kini viral sebenarnya direkam sekitar satu bulan lalu. Saat itu, relawan mendapati Madhalim mengikat perutnya menggunakan tali plastik sebagai cara untuk mengurangi rasa lapar ketika berjualan.

“Beliau bercerita mengikat perutnya agar rasa lapar berkurang. Bahkan saat berjualan, beliau sempat memakan sebagian kangkung yang dibawanya karena belum sempat makan,” ungkap Delima.

Perjuangan Madhalim tidak berhenti pada berjualan kangkung. Untuk menambah penghasilan, ia juga disebut memungut brondolan sawit yang tercecer di sekitar perkebunan.

Hasilnya kemudian dijual demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Saat mengunjungi rumahnya, relawan menemukan kondisi tempat tinggal Madhalim jauh dari kata layak.

Ia tinggal bersama anak dan istrinya yang dikabarkan sedang sakit di sebuah bangunan sederhana bekas pabrik kopra. Rumah tersebut berdiri di atas tanah milik orang lain.

Delima juga menyebut pihaknya memperoleh informasi bahwa pemilik lahan berencana kembali menggunakan tanah tersebut. Apabila hal itu terjadi, Madhalim bersama keluarganya berpotensi kehilangan tempat tinggal.

“Kami mendapat informasi bahwa pemilik lahan akan menggunakan kembali tanah itu. Jika benar demikian, Pak Madhalim harus mencari tempat tinggal lain,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Relawan Respek Peduli mulai menggalang donasi dari masyarakat di Banten, Lampung, hingga Jakarta.

Bantuan yang terkumpul direncanakan untuk membantu menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi Madhalim.

“Kami berharap gotong royong masyarakat dapat mewujudkan rumah yang layak untuk Pak Madhalim agar beliau bisa menjalani masa tuanya dengan lebih tenang,” tutur Delima.

Kisah Madhalim menjadi gambaran bahwa masih ada warga lanjut usia yang tetap bekerja keras demi bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

Di saat tenaga mulai berkurang, semangatnya untuk mencari nafkah belum padam.

Video yang viral itu pun mengundang simpati masyarakat dan memunculkan harapan agar kondisi yang dialami Madhalim mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Sosial Kabupaten Lebak terkait kondisi Madhalim, termasuk kemungkinan pendampingan maupun bantuan sosial yang dapat diberikan. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment