Krisis Air Bersih di Lebak, Keluarga Mahasiswa Lebak dan Karang Taruna Kolaborasi Salurkan Bantuan Air Bersih ke Malingping Utara

LEBAK- Menyikapi krisis air bersih yang dirasakan masyarakat di Kabupaten Lebak, Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) bersama Karang Taruna Kabupaten Lebak berkolaborasi dalam kegiatan distribusi dan penyaluran air bersih bagi masyarakat di wilayah Malingping Utara, Kabupaten Lebak.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan solidaritas terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kolaborasi antara mahasiswa dan organisasi kepemudaan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendorong perhatian yang lebih serius terhadap persoalan ketersediaan air bersih di Kabupaten Lebak.

Krisis air bersih bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi.

Keterbatasan akses terhadap air bersih dapat berdampak pada kesehatan, kebersihan lingkungan, aktivitas rumah tangga, hingga kualitas hidup masyarakat.

Ketua KUMALA Komisariat Cilangkahan, Ihlal, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi persoalan mendasar yang menyangkut kehidupan sehari-hari.

“Bagi kami, gerakan mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada diskusi, kritik, dan wacana. Mahasiswa harus mampu hadir secara nyata di tengah masyarakat dan ikut mencari solusi atas persoalan yang dihadapi rakyat. Melalui kolaborasi penyaluran air bersih ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” paparnya.

Ihlal juga menekankan bahwa penyaluran air bersih merupakan langkah kemanusiaan yang perlu diikuti dengan perhatian berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih tidak seharusnya hanya bergantung pada bantuan sementara, tetapi harus menjadi bagian dari upaya penyelesaian persoalan pelayanan dasar masyarakat.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak, H. Kuncoro, dalam draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas organisasi merupakan langkah penting untuk memperkuat kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Kami memandang bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat harus menjadi tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara Karang Taruna dan Keluarga Mahasiswa Lebak merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap kebutuhan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu warga yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial,” terangnya.

Ia juga diharapkan menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi kepemudaan, mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah agar persoalan kebutuhan air bersih dapat ditangani secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa persoalan air bersih membutuhkan lebih dari sekadar respons darurat. Pemerintah daerah perlu memperkuat pemetaan wilayah terdampak, memastikan ketersediaan sumber air, memperbaiki infrastruktur distribusi, serta menyusun langkah antisipasi agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi kesulitan yang sama.

Keluarga Mahasiswa Lebak bersama Karang Taruna Kabupaten Lebak diharapkan dapat terus membangun sinergi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Kehadiran organisasi mahasiswa dan kepemudaan di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari upaya membangun solidaritas serta mendorong terpenuhinya kebutuhan dasar warga.

Air bersih adalah kebutuhan dasar, bukan kemewahan. Karena itu, penanganan krisis air bersih di Kabupaten Lebak harus menjadi perhatian bersama, dengan langkah nyata yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berorientasi pada solusi jangka panjang bagi masyarakat. (*/Sahrul).

Karang TarunaKrisis Air BersihKUMALALebak
Comments (0)
Add Comment