LEBAK – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAI Nurul Huda Malingping menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Pasar Malingping, Kabupaten Lebak, Kamis (29/10/2026).
Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini mengusung tema #Aksi Nyata Buat Masyarakat.
Berbeda dari biasanya, seluruh peserta aksi mengenakan jaket almamater PMII sebagai simbol bahwa gerakan ini merupakan representasi keresahan masyarakat Lebak Selatan.
Dalam orasinya, massa menyuarakan empat tuntutan utama:
1. Soroti Batching Plant PT Rizki Bangun Beton
Koordinator lapangan, Ikhsan alias Boim, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak untuk melakukan pengecekan ulang terhadap PT Rizki Bangun Beton yang berlokasi di Kampung Panyaungan RT 001/RW 007, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara.
Massa menilai keberadaan perusahaan tersebut berpotensi melanggar Perpres No. 51 Tahun 2016 dan UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir terkait sempadan pantai 100 meter dari bibir pantai. Selain itu, debu dari aktivitas perusahaan dinilai mencemari lingkungan sekitar.
2. Soroti Kinerja Polsek Malingping
Massa juga menyoroti maraknya peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Malingping. Mereka mendesak Polres Lebak untuk segera mengaudit dan memeriksa oknum anggota Polsek Malingping.
3. Tuntutan Penerangan Jalan Umum (PJU)
Ketua Rayon, Iwan Padigma, menyoroti minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jalan Malingping – Gunung Kencana. Ia mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Banten agar segera merealisasikan PJU tersebut.
4. Ketimpangan Infrastruktur Jalan Lebak Selatan
Ketua Komisariat PMII STAI NH, Eka Yudi Permana, mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak segera menganggarkan perbaikan jalan poros kabupaten untuk pemerataan akses layanan dasar dan memperlancar mobilitas warga Lebak Selatan.
Koordinator aksi menegaskan bahwa demonstrasi ini dilakukan karena situasi Lebak Selatan dinilai “tidak baik-baik saja”.
“Ketika persoalan-persoalan yang ada di Lebak Selatan belum terpecahkan, kita akan gelar Aksi Jilid II dengan massa yang lebih banyak,” tegasnya.
Aksi berlangsung kondusif dengan pengamanan dari pihak kepolisian dan massa membubarkan diri dengan tertib. (*/Ajo)