MBG Libur, Harga Bumbu Dapur di Pasar Rangkasbitung Turun, Emak-emak Bisa Bernapas Lega

LEBAK– Liburnya operasional sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertepatan dengan turunnya harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Kondisi tersebut disambut positif oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang kini dapat berbelanja kebutuhan dapur dengan biaya lebih ringan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

Pantauan di Pasar Rangkasbitung menunjukkan harga sejumlah komoditas mengalami penurunan cukup signifikan.

Bawang merah yang sebelumnya dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Harga cabai hijau juga turun dari Rp60 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram, sementara cabai oranye yang sempat menyentuh Rp80 ribu kini dijual sekitar Rp45 ribu per kilogram.

Pedagang menyebut penurunan harga dipengaruhi dinamika permintaan dan pasokan di pasar.

Salah seorang pedagang, Andri, menilai berkurangnya aktivitas pembelian dari sejumlah pelanggan turut memengaruhi kondisi tersebut.

Menurutnya, sebagian pedagang mengaitkan hal itu dengan liburnya sementara operasional dapur SPPG dalam Program MBG.

“Permintaan memang sedikit berkurang. Ada yang menduga karena dapur SPPG untuk Program MBG sementara libur. Yang pasti, sekarang harga bumbu dapur turun dan pembeli dari masyarakat justru mulai lebih ramai,” ujar Andri.

Turunnya harga kebutuhan dapur membawa angin segar bagi masyarakat. Martini, warga Kecamatan Cibadak, mengaku pengeluaran rumah tangganya menjadi lebih hemat karena harga bumbu dapur kini lebih terjangkau.

“Sekarang belanja terasa lebih ringan. Uang yang biasanya habis untuk beli cabai dan bawang, sekarang masih bisa dipakai membeli kebutuhan dapur lainnya. Mudah-mudahan harga seperti ini bisa bertahan,” katanya. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment