Anggota DPR RI ini Sebut Pernyataan Komnas HAM Menyakiti Perempuan

 

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar Adde Rosi Khoerunnisa berharap pernyataan Komnas HAM bisa direvisi yang menolak tuntutan hukuman mati kepada pemerkosa 13 santriwati.

Sebagai seorang perempuan, pihaknya juga merasa tersakiti dengan pernyataan dari Komnas HAM.

“Sudah sepatutnya sebagai sesama institusi negara, Komnas HAM memberikan respons positif serta mengapresiasi tuntutan Jaksa, harapan saya Komnas HAM bisa merevisi pernyataannya agar tidak menyakiti hati korban dan keluarganya. Jujur saya sebagai perempuan merasa tersaki,” kata Adde Rosi kepada wartawan di Jakarta, Jumat, (14/1/2024).

Menurut Adde Rosi, pemberian hukuman berat kepada pelaku kekerasan seksual atau pemerkosaan terhadap perempuan bisa memberikan efek jera di masyarakat.

Dia mengatakan hukuman berat tersebut diharapkan tidak terjadi lagi perbuatan yang sama di tengah maraknya kasus kekerasan seksual akhir-akhir ini.

Adanya tuntutan yang berat, akan menjadikan tidak hanya para korban lainnya dari Herry Wirawan turut membuka suara, tetapi menjadi harapan besar bagi para korban untuk kasus-kasus kekerasan seksual lainnya untuk berani membuka suara dan menuntut keadilan.

Dia menyebut masyarakat khususnya para korban kekerasan seksual yang selama ini memilih bungkam dan enggan untuk mencari keadilan atas kasus-kasus kekerasan seksual yang menimpanya kini merasa percaya akan kehadiran negara yang hadir untuk melindungi para korban.

“Untuk itu, kita harus kawal proses persidangan kasus ini sampai hakim menjatuhkan hukuman pidana maksimal yang seberat-beratnya kepada terdakwa,” ujar Adde Rosi yang merupakan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Banten I (Pandeglang – Lebak) ini. (*/Jumri)

Comments (0)
Add Comment