Banyak Jemaah Haji Lansia Alami Kelelahan Akibat Cuaca Panas, Petugas Siapkan Langkah Antisipasi

 

MAKKAH — Sejumlah jemaah haji lanjut usia (lansia) asal Indonesia dilaporkan mengalami kelelahan hingga nyaris pingsan akibat cuaca panas ekstrem usai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5/2026) dan Minggu (3/5/2026), saat para jamaah berjalan kaki menuju terminal bus di kawasan Jabal Ka’bah, Makkah.

Dua jemaah lansia laki-laki dilaporkan tumbang di area trotoar menanjak di sekitar lokasi tersebut.

Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH) segera memberikan penanganan awal dengan mengevakuasi jemaah menggunakan kursi roda dan membawanya ke tempat yang lebih sejuk.

Pada kejadian lainnya, seorang jemaah lansia juga mengalami kondisi serupa dan sempat dibaringkan di trotoar.

Petugas memberikan pertolongan pertama dengan menyiramkan air dingin ke tubuh jamaah sambil menunggu bantuan medis lanjutan.

Kondisinya akhirnya berangsur membaik setelah beberapa saat.

Selain itu, beberapa jemaah lansia lainnya terlihat kelelahan akibat berjalan di bawah terik matahari, meski tidak sampai pingsan.

Para jemaah memilih beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju terminal.

Kepala Seksi PKPPJH, Lansia, dan Disabilitas Daerah Kerja Makkah, Mayor CKM dr. Riswan Siswanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh suhu tinggi yang mencapai lebih dari 36 derajat Celsius pada siang hari, bahkan menyentuh 42 derajat Celsius.

“Kami cek tanda vitalnya, tekanan darah, kemudian cek saturasi. Saat itu sempat saturasi turun di bawah 95,” ujarnya di Makkah, Minggu (3/5/2026).

Ia menyebutkan, jamaah lansia termasuk dalam kategori risiko tinggi, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Menurutnya, adaptasi terhadap iklim panas dan kering di Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah asal Indonesia.

Untuk itu, ia mengimbau jemaah lansia agar tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram pada siang hari.

“Kalau ingin beribadah, sebaiknya berangkat setelah subuh atau menjelang maghrib agar tidak terpapar panas ekstrem,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta ketua kloter dan rombongan agar lebih selektif dalam mengatur aktivitas jemaah, termasuk menghindari kegiatan yang menguras tenaga seperti city tour bagi lansia.

Ia juga mengingatkan agar jamaah tidak berlebihan dalam melaksanakan ibadah sunnah, seperti umrah berulang kali, karena dapat menguras stamina menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sebagai langkah antisipasi, petugas akan menyelenggarakan berbagai kegiatan di hotel, seperti senam lansia dan tausiah, guna mengurangi mobilitas jemaah ke Masjidil Haram.

Selain itu, sosialisasi terkait keselamatan dan kesehatan jemaah juga akan diperkuat melalui penyebaran informasi di hotel-hotel tempat jemaah menginap.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan jemaah, khususnya lansia, tetap dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah puncak haji. (*/Red/MCH-2026)

Haji 2026Jemaah haji IndonesiaMakkahPetugas Haji
Comments (0)
Add Comment