Gandeng Raksasa China, Krakatau Steel Garap Proyek Stainless Steel di Morowali

JAKARTA – Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan asal China, Baowu Group, untuk membangun pabrik baja tahan karat atau stainless steel di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Direktur Utama Krakatau Steel menjelaskan bahwa langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memperluas portofolio produk dan meningkatkan nilai tambah dari komoditas hilir.

Proyek ini diproyeksikan akan memenuhi kebutuhan stainless steel domestik yang selama ini masih banyak bergantung pada impor, sekaligus menyasar pasar ekspor di kawasan regional.

“Kerja sama ini adalah tonggak sejarah bagi Krakatau Steel. Bersama mitra strategis dari China, kami akan mengintegrasikan teknologi terkini untuk memproduksi stainless steel berkualitas tinggi dengan biaya produksi yang kompetitif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/4/2026).

Pabrik ini direncanakan memiliki kapasitas produksi tahap pertama sebesar 1 juta ton per tahun. Pemilihan lokasi di Morowali didasarkan pada kedekatan dengan sumber bahan baku utama, yakni nikel, yang merupakan komponen krusial dalam pembuatan baja tahan karat.

Investasi ini diperkirakan mencapai nilai triliunan rupiah dan diharapkan dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal selama masa konstruksi hingga operasional.

Selain itu, proyek ini juga didukung oleh pemerintah sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) untuk memperkuat hilirisasi industri logam di Indonesia.

Pihak Baowu Group menyatakan optimisme mereka terhadap iklim investasi di Indonesia. Mereka menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat produksi baja di Asia Tenggara berkat kekayaan sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Dengan adanya pabrik ini, Krakatau Steel berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang melalui diversifikasi produk non-baja karbon.

Pembangunan konstruksi fisik pabrik dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun ini dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2028. ***

Comments (0)
Add Comment