Bus Khusus Disabilitas Permudah Jemaah Haji Lansia ke Masjidil Haram

 

MAKKAH – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan layanan transportasi ramah lansia dan penyandang disabilitas dengan menghadirkan bus Shalawat berteknologi suspensi hidrolik di Kota Makkah.

Armada ini dirancang khusus untuk memudahkan jemaah pengguna kursi roda menuju Masjidil Haram tanpa harus mengalami kesulitan saat naik maupun turun dari kendaraan.

Sebanyak 52 unit city bus khusus disiagakan di berbagai rute dan halte sektor dengan kapasitas maksimal 18 penumpang.

Keunggulan utama armada ini terletak pada sistem bodi rendah yang memungkinkan bus menunduk saat pintu hidrolik dibuka, sehingga kursi roda dapat langsung didorong masuk tanpa perlu diangkat.

“Bus itu yang jelas untuk disabilitas bisa turun, sehingga jemaah yang pengguna kursi roda tidak perlu diangkat tapi langsung didorong,” ujar Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman.

Selain memberikan kenyamanan, ruang dalam kabin juga dibuat lebih lapang agar kursi roda tetap aman selama perjalanan.

Kehadiran fasilitas ini dinilai mampu mengurangi risiko cedera maupun rasa tidak nyaman yang biasanya dialami jemaah lansia saat menggunakan bus konvensional dengan tangga tinggi.

Pengoperasian armada tersebut dilakukan dengan sistem permintaan atau by request, bukan melalui jadwal putaran seperti bus reguler.

Bus akan diberangkatkan setelah petugas halte atau sektor mengajukan permintaan sesuai kebutuhan di lapangan, terutama saat banyak jemaah lansia menjalani umrah wajib.

“Memang berdasarkan request banyak, dan terutama digunakan untuk umrah wajib bagi lansia dan disabilitas,” tambah Syarif menjelaskan efisiensi pola operasional armada tersebut.

Menurutnya, pola ini lebih efektif karena kapasitas bus terbatas dan dapat mengurangi pergerakan kendaraan kosong di jalur padat sekitar Makkah.

Petugas juga secara aktif memantau keberadaan jemaah pengguna kursi roda di area hotel sebelum memanggil armada khusus tersebut.

Layanan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan pelayanan haji yang inklusif dan manusiawi.

Dengan dukungan transportasi yang lebih ramah, keterbatasan fisik tidak lagi menjadi hambatan bagi jemaah lansia dan disabilitas untuk beribadah di Masjidil Haram. (*/Nandi)

Comments (0)
Add Comment