Jemaah Haji Diimbau Tidak Beri Uang Tips ke Sopir Bus Shalawat, PPIH Sebut Sudah Dibayar Perusahaan

MAKKAH – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menegaskan kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak memberikan tips atau “uang rokok” kepada sopir maupun petugas haji selama berada di Arab Saudi.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, pada Senin (27/4/2026), sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalitas layanan transportasi bagi jemaah.

PPIH secara resmi mengeluarkan peringatan agar jemaah menghentikan kebiasaan memberikan tips atau sedekah secara langsung kepada sopir bus Shalawat.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terbentuknya kebiasaan yang dapat memengaruhi etos kerja petugas di lapangan.

Selain itu, kebiasaan memberikan tips dikhawatirkan memicu ketergantungan dan menurunkan kualitas pelayanan apabila tidak disertai imbalan tambahan dari jemaah.

“Menurut kami tidak perlu memberi tips karena memang mereka itu sopir yang sudah dibayar oleh perusahaan,” tegas Syarif merespons kebiasaan tersebut.

Pemerintah Indonesia memastikan bahwa seluruh biaya operasional transportasi, termasuk sewa ratusan bus, telah dibayarkan melalui kontrak resmi dengan perusahaan atau syarikah di Arab Saudi.

Karena itu, jemaah diminta untuk tidak lagi memberikan uang tambahan kepada sopir, dan lebih mengarahkan sedekah ke pihak yang membutuhkan atau melalui saluran yang tepat.

PPIH juga mengajak keluarga jemaah di Tanah Air untuk turut memberikan edukasi agar kebiasaan tersebut tidak terus berlanjut selama pelaksanaan ibadah haji.

Di sisi lain, PPIH terus mendorong peningkatan kemandirian jemaah dalam memahami sistem transportasi yang telah disiapkan, khususnya dalam mobilitas menuju Masjidil Haram.

Setiap jemaah yang tiba di penginapan diwajibkan mengenakan Kartu Rute berwarna sebagai penanda jalur transportasi yang harus digunakan.

“Setiap jemaah haji diberikan Kartu Rute yang harus dibawa pada saat menaiki bus, sehingga mereka tinggal mencocokkan warnanya apa dan nomornya berapa,” ujar Syarif menjelaskan.

Kartu tersebut menjadi panduan utama bagi jemaah dalam mengenali rute bus yang sesuai dengan lokasi penginapan masing-masing.

Desain kartu yang sederhana namun informatif itu disesuaikan dengan penanda yang terpasang pada setiap armada bus, sehingga memudahkan jemaah dalam mengidentifikasi kendaraan yang tepat.

PPIH juga mengimbau jemaah untuk saling mengingatkan apabila menemukan rombongan lain yang hendak menggunakan rute yang tidak sesuai, dengan mengacu pada warna dan nomor kartu.

Melalui penerapan sistem ini, PPIH berharap jemaah dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan lebih tertib, aman, dan nyaman.

Kedisiplinan jemaah serta profesionalitas petugas menjadi dua faktor utama dalam mendukung kelancaran layanan transportasi selama di Makkah.

Dengan tidak adanya praktik pemberian tip dan optimalisasi penggunaan Kartu Rute, jemaah diharapkan dapat menjalani ibadah secara lebih khusyuk dan terorganisir. (*/ARAS)

Bus shalawatHaji 1447 HijriyahHaji 2026Jemaah HajiKemenhajPetugas Haji
Comments (0)
Add Comment