Bus Khusus Kembali Fasilitasi 6 Jemaah Tak Bisa Jalan Saat Tiba di Bandara AMAA Madinah Menuju Hotel

MADINAH – Layanan bus khusus lansia dan disabilitas kembali membawa 6 jemaah haji Indonesia setibanya di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah menuju hotel.

Enam jemaah haji tersebut berasal dari Kloter 17 Embarkasi Kertajati, yang tiba pada Senin (4/5/2026).

Protokol dan Penghubung PPIH Bandara, M Yusuf Bahar menyampaikan, fasilitas bus untuk lansia dan disabilitas sudah disiapkan untuk menyambut jemaah yang membutuhkan penanganan khusus.

“Kita bisa request (pesan) kepada pihak bus, jika memang ada jamaah kita tak bisa jalan, ” ujar M Yusuf kepada MCH di Bandara AMAA.

Secara teknis dan spesifikasi, bus ini memudahkan jemaah haji yang menggunakan kursi roda.

“Karena ada hidroliknya sehingga mobilnya bisa turun,” kata Yusuf.

Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menegaskan pelayanan akan selalu disesuaikan dengan kondisi jemaah.

“Dengan berbagai cara sudah kita coba, namun tidak memungkinkan. Akhirnya kita datangkan bus khusus disabilitas agar jemaah tetap bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

Abdul Basir menambahkan, bus khusus ini merupakan perwujudan dari semangat tema ‘Haji Ramah Lansia dan Perempuan’ yang diusung Kementerian Haji dan Umrah RI.

Pelayanan akan kebutuhan jemaah menjadi prioritas utama, sehingga fasilitas khusus tersebut selalu tersedia meskipun hanya untuk satu orang jemaah.

“Kalau ada satu jemaah saja yang membutuhkan, kita tetap upayakan. Dan semua layanan ini gratis,” tegasnya.

Lansia Jadi Perhatian Utama

Hingga Selasa (5/5/2026) pukul 08.45 Waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak  90.107 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, 19.409 di antaranya merupakan jemaah lanjut usia yang tersebar dalam 232 kelompok terbang (kloter).

Tingginya jumlah lansia menjadi perhatian serius petugas. Berbagai fasilitas pun disiapkan, mulai dari kursi roda, mobil golf, hingga perlengkapan pendukung seperti payung dan pampers.

“Pelayanan di bandara harus benar-benar responsif terhadap kondisi jemaah, terutama lansia,” pungkas Basir. (*/Red)

Bus khususJemaah haji IndonesiaMadinah
Comments (0)
Add Comment