PPIH Rutin Bagikan Oralit dan Masker ke Jemaah Haji, Saat Suhu Panas Ekstrem Meningkat di Madinah

MADINAH – Cuaca ekstrem yang menyebabkan peningkatan suhu panas di Kota Nabawi, menjadi tantangan sendiri untuk jemaah haji Indonesia.

Untungnya, jemaah Indonesia selalu didampingi oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang terus melakukan edukasi bagaimana mengantisipasi perubahan cuaca agar tidak menggangu kesehatan.

Salah satu bentuk perlindungan PPIH di tengah meningkatnya suhu panas di Madinah, yakni melalui aksi pembagian masker dan oralit kepada jemaah.

Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) PPIH Arab Saudi Daker Madinah, Risti, mengungkapkan suhu di Madinah saat siang hari kini berada di rentang 38 hingga 41 derajat Celcius.

Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra agar jemaah tidak mengalami gangguan kesehatan.

“Kami rutin memberikan edukasi langsung kepada jemaah, terutama di momentum kritis saat matahari sedang terik, yakni menjelang waktu Dzuhur dan Ashar,” ujar Risti, saat melakukan edukasi kepada jemaah di luar gerbang Masjid Nabawi, Senin (4/5/2026).

Menurut Risti, pemakaian masker sangat penting di tengah suhu panas Madinah, karena untuk melindungi dari debu dan menjaga kelembapan saluran pernapasan.

Selain itu juga, Promkes menyarankan agar jemaah sering-sering menyemprotkan air ke wajah dan bagian tubuh yang terpapar matahari untuk menurunkan suhu permukaan kulit.

Hal yang tak kalah penting, Promkes PPIH rutin memberikan paket oralit untuk dicampur ke dalam air minum jemaah. Risti menekankan pentingnya mengonsumsi oralit di tengah cuaca panas ekstrem.

“Oralit bukan sekadar garam biasa, melainkan mengandung elektrolit penting seperti natrium klorida, kalium klorida, dan glukosa anhidrat.

Kandungan tersebut berfungsi untuk menggantikan ion-ion tubuh yang hilang melalui keringat secara lebih efektif dibanding air putih biasa,” ungkapnya.

Kemudian glukosa dalam oralit membantu mempercepat penyerapan air di usus, sehingga sangat bagus untuk antisipasi dehidrasi.

“Tiap sektor juga rutin melakukan edukasi seperti ini, namun kami pertegas melalui aksi secara langsung di beberapa pintu gerbang area luar Nabawi, supaya tidak menimbulkan kerumunan,” imbuhnya.

Petugas pun mengimbau jemaah untuk selalu membawa botol minum dan mencampurkan satu bungkus oralit ke dalamnya secara berkala.

Selain itu, jemaah diminta untuk tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti payung, topi, dan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan agar ibadah tetap lancar dan kondisi fisik tetap prima.

“Ini untuk mengantisipasi agar jangan sampai terjadi ‘heat stroke’ karena bisa berdampak pada kesehatan,” pungkasnya. (*/Red)

Haji 2026Jemaah haji IndonesiaMadinah
Comments (0)
Add Comment