MADINAH – Suka duka Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjadi nilai solidaritas tersendiri yang harus terus dipupuk selama berada di Tanah Suci.
Karena itu sebagai satu keluarga, situasi apapun yang terjadi di antara sesama PPIH harus mendapatkan perhatian dan saling menguatkan satu sama lain.
Potret solidaritas ini terlihat ketika ada kabar duka datang dari PPIH Daker Kerja Bandara.
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Ternyata kabar telah berpulangnya ibunda dari Darmawangsa Mangpawa, PPIH Sektor 1 Bandara asal Makassar Sulawesi Selatan.
Ibunda yang bernama Rahimah Makmun binti Bapak Andi Makmun, meninggal dunia pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.
Begitu mendapat kabar duka dari salah satu orang tua petugas yang meninggal, PPIH Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, langsung mengajak jajaran petugas Sektor dan Daker Bandara untuk menggelar salat ghaib dan doa bersama.
“Kami (Daker Bandara – red) mengucapkan belasungkawa yang mendalam semoga almarhumah husnul khotimah, keluarga yang ditinggal diberi kelapangan dan ketabahan hati,” ucap Basir.
Basir melanjutkan, doa bersama ini sebagai dukungan moril kepada sesama petugas yang mendapatkan musibah.
“Semoga dia kuat, tabah dan tetap semangat dalam menjalankan tugas kedepan, bahwa dia disini tidak sendiri. Ini bentuk solidaritas kami, bahwa kami satu keluarga, keluarga besar Daker Bandara,” tegas Basir.
Meski ada anggota keluarga yang meninggal dunia, Basir meminta komitmen petugas untuk tetap menyelesaikan tugas sampai tuntas.
“Komitmen pengabdian petugas haji juga tercermin dari keteguhan hati dalam menjalankan amanah, meskipun tengah menghadapi musibah keluarga,” ungkap Basir.
“Dalam situasi duka, petugas tetap berupaya menuntaskan tugas pelayanan kepada jemaah dengan penuh tanggung jawab, seraya menjadikan ujian tersebut sebagai bagian dari keikhlasan dalam melayani tamu-tamu Allah,” imbuhnya.
Rencananya, selama satu pekan kedepan, segenap petugas Daker Bandara akan menggelar tahlil dan doa bersama untuk almarhumah ibu petugas tersebut.
“Tadi saya mengimbau dan mengajak teman-teman untuk gelar tahlil sampai tujuh hari kedepan. Tadi teman-teman yang berangkat tugas ke Bandara dalam perjalanan di mobil juga bersama-sama membaca yasin dikhususkan untuk almarhumah dan kebetulan baca yasin dalam perjalanan dinas menjadi budaya kita,” pungkas Basir. (*/Red/MCH-2026)