MAKKAH – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mematangkan berbagai persiapan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji yang akan masuk fase gelombang ke-2 di Kota Madinah.
Penyiapan ini khususnya terkait akomodasi dan fasilitas penunjang selama berada di kota nabi.
Fokus akomodasi seperti penyediaan hotel dengan lokasi strategis dan tingkat kenyamanan yang memadai bagi para jemaah.
Hal ini ditegaskan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, saat kunjungannya di Hotel Astoneast Madinah, Kamis (4/6/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Irfan ini mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah hotel yang berada tidak jauh dari Masjid Nabawi.
Selain hotel dengan standar tertentu, pemerintah juga menyiapkan beberapa hotel berbintang untuk menunjang kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
“Juga ada beberapa hotel bintang 5 yang akan kita ambil, dan jaraknya pun hanya sekitar 300 meter dari Haram (Nabawi),” kata Gus Irfan.
Menurutnya, lokasi hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi akan memberikan kemudahan bagi jemaah, terutama lanjut usia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Dengan jarak tempuh yang relatif dekat, aktivitas ibadah dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.
Selain aspek kedekatan lokasi, pemerintah juga memastikan seluruh kebutuhan dasar jemaah telah dipersiapkan dengan baik.
Mulai dari tempat tinggal hingga konsumsi selama berada di Madinah menjadi bagian dari pelayanan yang telah dirancang untuk mendukung kelancaran ibadah.
“Tapi insya Allah saya kira mereka akan nyaman di sini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan kamar hotel, tetapi juga memastikan layanan pendukung lainnya tersedia sesuai kebutuhan jemaah.
“Kita sudah siapkan di sini hotelnya, makanannya juga sudah disiapkan, sehingga insya Allah kebutuhan-kebutuhan dasar para jamaah sudah tersiapkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Tim Amirul Hajj juga melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah hotel yang akan digunakan sebagai tempat menginap jemaah haji Indonesia di Madinah.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum kedatangan jemaah.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Hotel Astoneast yang dipersiapkan untuk menampung jemaah Indonesia yang dijadwalkan tiba pada 7 Juni 2026.
“Hari ini kami, Tim Amirul Hajj, meninjau Hotel Astoneast, salah satu hotel yang akan ditempatkan oleh jamaah kita yang 2-3 hari lagi akan sampai di Madinah,” jelasnya.
Dari hasil peninjauan tersebut, Amirul Hajj menilai kondisi dan kualitas hotel cukup baik serta layak digunakan untuk mendukung kenyamanan jemaah selama berada di Arab Saudi.
Meski secara administrasi hotel tersebut masuk dalam kategori tertentu, kualitas fasilitas yang tersedia dinilai berada di atas standar yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, walaupun ini tasrehnya hotel bintang 1, tapi kita lihat memang kualitasnya bintang 3,” katanya.
Ia menambahkan, kenyamanan jemaah menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Karena itu, pemerintah terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh fasilitas yang akan digunakan.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, pemerintah berharap jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih tenang, aman, dan nyaman.
“Insya Allah ini akan membuat jamaah kita nyaman,” tutupnya. (*/Red/MCH-2026)