MINA – Amirul Hajj 2026, Romo H.R. Muhammad Syafii, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun ini.
Menurutnya, pelayanan haji 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Saya tidak melihat lagi jemaah berkeliaran di tengah terik matahari untuk mencari tenda. Semuanya berjalan tertib dan teratur,” ujar Romo Syafii saat berada di Mina, Kamis (28/5/2026).
Ia menilai salah satu terobosan penting tahun ini adalah pencantuman nama kloter di setiap tenda, sehingga jemaah lebih mudah menemukan lokasi tempat tinggalnya.
Selain itu, fasilitas pendingin udara di tenda membuat suasana lebih nyaman bagi para jemaah.
Romo Syafii juga mengapresiasi proses pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina yang berlangsung lancar melalui sistem pemanggilan bertahap.
Dengan sistem tersebut, jemaah yang belum mendapat giliran diminta tetap berada di hotel sehingga tidak terjadi penumpukan massa di lobi.
Di Mina, keberadaan 18 unit mobil buggy dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah yang masih kesulitan beradaptasi pada hari-hari awal. Ia bahkan merekomendasikan agar jumlah kendaraan tersebut ditambah pada penyelenggaraan haji tahun depan.
“Layanan kesehatan juga jauh lebih baik. Tahun ini hampir tidak ada jemaah yang dirawat di KKHI. Kerja sama dengan Saudi German Hospital memberikan hasil yang sangat nyata,” katanya.
Selain itu, Romo Syafii menyebut Menteri Dalam Negeri Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas kinerja petugas haji Indonesia yang dinilai mengalami peningkatan signifikan.
Menurutnya, kesiapan petugas tidak lepas dari program pembekalan intensif berupa retreat selama 20 hari di Pondok Gede serta pelatihan daring selama 10 hari sebelum bertugas di Tanah Suci.
Secara keseluruhan, Romo Syafii menilai pelayanan haji 2026 di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah yang dipimpin Gus Irfan Yusuf dan Dahnil Anzar Simanjuntak telah menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih tenang, nyaman, dan tertata bagi jemaah Indonesia.
“Semoga tahun depan pelayanannya bisa semakin baik. Tahun ini saja tim bekerja dalam waktu yang sangat singkat, sementara tahun depan persiapannya bisa dimulai lebih awal,” pungkasnya. (*/Red/MCH-2026)