MAKKAH – Di tengah hiruk pikuk fase mabit di Mina, Kantor Daker Makkah kini berubah fungsi menjadi posko darurat dan safe house bagi jemaah haji Indonesia yang tersesat dan kelelahan.
Lokasinya strategis, tepat di jalur menuju jamarat, membuat kantor ini menjadi titik singgah terakhir sebelum jemaah benar-benar kehabisan tenaga.
Kepala Daker Makkah Ihsan Faisal mengatakan, sejak 10 Zulhijjah 1447 H, arus jemaah yang datang ke kantornya terus meningkat.
Mereka datang dengan berbagai kondisi, ada yang tersesat setelah lempar jumrah, ada yang kehabisan tenaga di tengah jalan, dan ada juga yang belum sempat kembali ke hotel maupun tenda di Mina.
“Karena salah satu fungsi strategis Daker Makkah ini kan dekat dengan jamarat, maka banyak jemaah yang melakukan peristirahatan atau kita menemukan di jalan jemaah yang kehilangan arah,” kata dia, Kamis (28/5/2026).
“Jadi setelah melaksanakan jamarat atau mau kembali ke hotelnya tidak tahu, sehingga kita arahkan mereka untuk beristirahat dulu di Daker Makkah,” sambung Ihsan.
Medan menuju jamarat memang menjadi tantangan tersendiri. Dari tenda-tenda Mina, jemaah harus menempuh jarak sekitar 3 km dengan waktu tempuh kurang lebih 45 menit sekali jalan.
Bagi jemaah muda mungkin masih kuat, tetapi bagi lansia dan jemaah dengan kondisi fisik terbatas, perjalanan itu menjadi sangat menguras tenaga.
“Medan jamarat tersebut dari tenda-tenda Mina yang mungkin memerlukan waktu cukup lama untuk bisa sampai ke jamarat, kemudian jarak tempuh pun mungkin kurang lebih tiga kilo, itu menyebabkan para jemaah banyak yang kelelahan terutama mungkin para lansia,” jelas Ihsan.
Untuk menangani kondisi itu, Daker Makkah menerapkan SOP khusus. Setibanya di kantor, jemaah langsung diberikan makanan, minuman, dan tempat istirahat. Petugas memastikan mereka pulih dulu sebelum dipulangkan.
“Kalau misalkan mereka termasuk pada yang tana zul, kita akan arahkan ke hotelnya masing-masing. Tapi seandainya mereka masih di tendanya, kita akan juga antarkan ke tenda masing-masing, sesuai dengan maktabnya seperti itu,” papar Ihsan.
Selain penanganan darurat, Ihsan juga membagikan tips agar jemaah tidak jatuh sakit atau tersesat. Pertama, patuhi jadwal lempar jumrah yang sudah dirilis pemerintah Arab Saudi untuk setiap negara.
Kedua, persiapkan perbekalan air minum, makanan ringan, APD seperti payung, topi, dan spray wajah agar tetap segar.
“Yang paling pokok adalah air minum tentunya ya, air mineral, kemudian kalau ada misalkan makanan secukupnya, kemudian APD ya alat pelindung diri, baik itu payung, kemudian topi atau spray untuk wajah biar segar selalu,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya alas kaki yang nyaman karena perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki cukup jauh. Terakhir, jemaah diminta tidak berpencar dari rombongan.
“Jangan sampai berpisah, berpencar, karena bisa mungkin ketika berjalan, kesilip oleh rombongan lain, oleh jemaah negara lain itu bisa ketinggalan. Nah itu tips-tipsnya. Kemudian kalau pun capek nanti jangan memaksakan diri, harus istirahat,” tegas Ihsan.
Dengan peran ganda sebagai pusat pelayanan dan tempat persinggahan darurat, Daker Makkah menjadi penopang penting agar jemaah bisa menyelesaikan fase Mina dengan aman dan nyaman. (*/Red/MCH-2026)