Lepas Kloter Pamungkas UPG 43, Kadaker Madinah Minta Jemaah Jaga Kemabruran Haji

MADINAH – Menjelang berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, mengingatkan jemaah haji Indonesia agar tetap mempertahankan kemabruran haji setelah kembali ke Tanah Air.

​Menurutnya, semangat beribadah yang telah dibangun secara maksimal selama berada di Tanah Suci harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

​“Ibadah bapak dan ibu di Tanah Suci bisa dilanjutkan ketika tiba di rumah. Selamat kepada Bapak dan Ibu yang bisa menjalankan ibadah haji dengan sempurna. Mudah-mudahan menjadi haji mabrur,” tutur Khalilurrahman saat melepas jemaah.

​Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan selamat serta berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat.

​Kelompok terbang (kloter) terakhir jemaah haji Indonesia resmi diberangkatkan dari Madinah pada Selasa (30/6/2026) pukul 16.00 waktu setempat.

Rombongan yang berasal dari Kloter UPG 43 itu bertolak dari Hotel Karab Al-Khair di Sektor 3 Madinah menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz menggunakan armada bus.

​Tahapan pemulangan pada hari terakhir ini berlangsung tanpa kendala. Seluruh koper jemaah telah melalui proses penimbangan serta pemindaian lebih awal, kemudian dikirim terlebih dahulu ke bandara guna memperlancar proses boarding.

​Keberangkatan kloter pamungkas tersebut sekaligus menjadi penanda penutupan seluruh rangkaian operasional haji Indonesia di Tanah Suci tahun ini.

Secara total, terdapat 4.919 jemaah yang tergabung dalam 7 kloter yang dijadwalkan pulang ke Indonesia pada hari terakhir fase pemulangan di Daker Madinah.

​Momen pelepasan diwarnai suasana emosional. Sejumlah jemaah tampak berpamitan dan berterima kasih langsung kepada para petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah yang setia mendampingi mereka.

Di balik rasa haru tersebut, terselip rona bahagia karena mereka akan segera bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman.

​“Saya sangat senang bisa pulang hari ini. Sebelum berangkat, kami masih sempat menuntaskan ibadah Arbain di Masjid Nabawi,” kata Lammanang Sangkala (56), jemaah haji asal Makassar.

​Lammanang menuturkan, dirinya bersama sang istri, Pati Makka (52), bersyukur dapat kembali menunaikan ibadah haji secara bersama-sama tahun ini, setelah pengalaman haji pertama mereka pada musim haji 1999/2000 silam.

​Ia pun memuji kualitas layanan penyelenggaraan haji tahun ini yang dinilainya mengalami peningkatan luar biasa dibandingkan puluhan tahun lalu.

​“Layanan konsumsi, akomodasi, dan transportasi sekarang sangat bagus. Dulu kami harus jalan kaki sekitar 4 kilometer untuk ke Masjidil Haram, sekarang semuanya dimudahkan karena bisa naik bus Shalawat,” pungkasnya. (*/Red/MCH-2026)

Comments (0)
Add Comment