Sidak Hotel di Makkah yang Sering Dikeluhkan Jemaah Haji, Wamenhaj Minta Petugas Merespon Cepat dan Berempati

MAKKAH – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) bersama Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) melakukan inspeksi mendadak ke dua hotel di kawasan Misfalah, Makkah, Selasa (20/5/2026) malam.

Kunjungan ke hotel di Sektor 7 ini karena sebelumnya menjadi lokasi penginapan yang terbanyak laporan keluhan dari jemaah haji Indonesia.

Wamenhaj menjelaskan, sidak dilakukan untuk menindaklanjuti banyaknya laporan terkait fasilitas penginapan, mulai dari lift yang sering bermasalah hingga lampu yang tiba-tiba padam.

“Kami datang langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi sebenarnya. Alhamdulillah, pihak hotel merespons dengan cepat. Begitu ada masalah, langsung diselesaikan saat itu juga,” ujar Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai peninjauan.

Hotel Al Olayan Royal ini diketahui memiliki jumlah lift hanya 3 unit, dengan kapasitas terbatas 7-8 orang per sekali jalan. Sedangkan di hotel tersebut jumlah jemaahnya mencapai 915 orang.

Wamenhaj menekankan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci agar jemaah merasa tenang dan terlindungi selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, jemaah akan gelisah jika laporan mereka tidak direspons, dan sebenarnya mereka berharap empati dari para petugas.

“Yang paling penting itu respons cepat. Tunjukkan empati dan simpati kita. Kalau itu dilakukan, insyaAllah jemaah akan tenang,” tegas Dahnil.

Selain mengecek fasilitas hotel, Wamenhaj dan Wamenhub juga menyempatkan menengok jemaah haji yang sedang dirawat di Klinik Kesehatan Sektor 7.

Saat di klinik, ada dua orang jemaah haji perempuan lansia yang tengah dalam perawatan karena headstroke.

Kedua Wamen itu menyempatkan mendoakan dan menyapa para pasien, sambil diselipkan candaan-candaan untuk menghibur pasien yang sedang sakit.

“Ibu itu air infusnya cepet juga habisnya, ibu diminum ya?” canda Dahnil kepada pasien.

“Ibu segera sehat lagi ya, biar bisa lebih nikmat ibadah,” ujar Dahnil.

Usai keluar hotel, Dahnil menemui petugas transportasi haji di halte depan hotel di Kawasan Misfalah.

Dia mengapresiasi petugas transportasi yang memiliki fungsi layanan jauh lebih berat, karena harus bertugas 24 jam.

Bahkan saat di pagi hari hingga sore, petugas transportasi 12 jam berada di bawah terik matahari Kota Makkah.

“Mereka bekerja di luar ruangan, panas-panasan, menerima berbagai keluhan, bahkan ada yang lapor kehilangan sandal. Sementara petugas di hotel lebih nyaman karena berada di ruangan ber-AC,” ujar Dahnil menyapa salah seorang petugas transportasi, yang terlihat beda karena menggunakan rompi berwarna merah hati.

Di akhir kunjungan, Wamenhaj memberikan semangat kepada seluruh petugas di Sektor 7 agar terus menjaga pelayanan cepat dan ikhlas.

Ia juga mengapresiasi kerja sama pihak hotel yang dinilai kooperatif dalam mendukung kenyamanan jemaah. (*/Red/MCH-2026)

Dahnil Anzar SimanjuntakhajiHaji 1447 HijriyahHaji 2026Ibadah HajiJemaah HajiKementerian Haji dan UmrahPPIHWamenhaj
Comments (0)
Add Comment