MAKKAH – Wakil Kepala Satuan Tugas (Wakasatgas) Mina, Zaenal Muttaqin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras mengawal operasional layanan jemaah selama fase puncak ibadah haji di Mina. Menurutnya, capaian pelayanan tahun ini merupakan prestasi yang membanggakan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Zaenal mengaku terkesan dengan semangat dan dedikasi para petugas yang bekerja tanpa mengenal lelah demi memastikan kenyamanan jemaah.
“Saya sangat bangga memiliki rekan kerja yang luar biasa. Banyak yang datang lebih awal untuk memastikan kesiapan layanan, bahkan rela bermalam di lokasi. Sejak pertama kali menjadi petugas pada 2010, baru kali ini saya melihat setiap tenda dihitung secara presisi sesuai jumlah kasur yang tersedia,” ujar Zaenal di sela kegiatan istighosah dan rapat evaluasi Satgas Mina, Senin (1/6/2026) malam.
Ia mengenang kondisi penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai berbagai kendala, mulai dari insiden tenda terbakar hingga keterbatasan logistik yang memaksa petugas bertahan dengan fasilitas seadanya. Karena itu, keberhasilan operasional tahun ini menjadi pencapaian yang patut disyukuri.
Menurut Zaenal, meski harus bekerja di bawah teriknya cuaca Mina dengan waktu istirahat dan pola makan yang tidak menentu, para petugas tetap menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
“Cuaca sangat panas, waktu makan tidak teratur, tetapi tidak ada satu pun yang mengeluh. Insya Allah, semua yang kita lakukan akan menjadi amal jariyah yang dicatat oleh Allah SWT,” katanya.
Dalam pelaksanaan operasional Armuzna, Satgas Mina mengawal pergerakan jemaah dalam jumlah besar. Sebanyak 137.000 jemaah nafar awal telah kembali meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah, disusul sekitar 60.000 jemaah nafar tsani pada hari berikutnya.
Setelah fase Mina berakhir, fokus pelayanan kini beralih ke proses pemulangan dan pergerakan jemaah gelombang kedua menuju Madinah. Tercatat sekitar 104.000 jemaah gelombang pertama, termasuk petugas, telah memasuki tahapan pemulangan ke Tanah Air. Sementara itu, sebanyak 99.938 jemaah gelombang kedua dijadwalkan bergerak menuju Madinah dalam waktu dekat.
“Hari Kamis, 4 Juni, kita siap bergerak menuju Madinah mulai pukul 08.00 pagi. Tugas di Mina telah selesai dan kini kita bersiap menyambut serta melayani jemaah gelombang kedua di Madinah,” jelasnya.
Zaenal menegaskan bahwa masa tugas petugas haji masih berlangsung sekitar satu bulan ke depan. Pola pelayanan bagi jemaah gelombang kedua akan berjalan serupa dengan gelombang pertama, dengan beberapa penyesuaian teknis, termasuk pengiriman koper jemaah ke bandara yang dilakukan lebih awal.
Ia juga mengingatkan adanya perubahan administratif di wilayah operasional Madinah, di mana Sektor Bir Ali kini resmi berganti nama menjadi Sektor Terminal Hijrah.
“Kita akan terus mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan yang telah dicapai pada gelombang pertama. Insya Allah, seluruh rangkaian pelayanan hingga pemulangan terakhir jemaah ke Indonesia pada awal Juli dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Zaenal. (*/Red/MCH-2026)