Kelola Jutaan Hewan Kurban, Adahi Salurkan 600 Juta Porsi Makanan ke Dunia Islam

MAKKAH – Program pengelolaan hewan kurban dan dam terbesar di Arab Saudi, Adahi, mencatat capaian luar biasa selama lebih dari empat dekade beroperasi.

Sejak didirikan pada 1403 Hijriah, program di bawah pengawasan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites ini telah mengelola lebih dari 25 juta pelaksanaan ibadah kurban (nusuk) dan menyalurkan manfaatnya ke lebih dari 25 negara Islam.

​Secara akumulatif, program ini telah menghasilkan sekitar 600 juta porsi makanan yang dinikmati oleh lebih dari 30 juta penerima manfaat di berbagai belahan dunia.

​Capaian tersebut disampaikan oleh Talal Abdullah Al-Harbi, Public Relations & Media Specialist Adahi, saat menerima kunjungan Tim Media Center Haji (MCH) Indonesia di Kantor Pusat Adahi, Makkah, Senin (1/6/2026).

​Talal menjelaskan bahwa Adahi dibangun dengan misi utama memastikan seluruh hewan kurban, hadyu, dan dam jemaah haji dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa ada yang terbuang sia-sia.

Sebelum program ini berjalan, sebagian besar daging kurban berisiko tidak termanfaatkan secara maksimal akibat melimpahnya jumlah hewan dalam satu waktu.

​”Lebih dari 25 juta nusuk telah dilaksanakan sejak proyek ini berdiri. Daging kurban dan manfaatnya telah menjangkau lebih dari 25 negara di dunia Islam. Kami juga telah menghasilkan sekitar 600 juta porsi makanan dan memberikan manfaat kepada lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia,” ujar Talal.

​Untuk mengelola skala besar tersebut, pemerintah Arab Saudi membangun sistem pengelolaan terpadu yang profesional dan berkelanjutan, mulai dari proses penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.

​Saat ini, distribusi daging dilakukan melalui kerja sama dengan sekitar 700 lembaga amal di Arab Saudi serta jaringan kemanusiaan internasional yang menjangkau lebih dari 25 negara Islam.

​Perjalanan Adahi dalam melayani jemaah haji terus berkembang pesat dari tahun ke tahun:

  • 1403 Hijriah: Adahi pertama kali didirikan sebagai solusi pemborosan daging.
  • 1420 Hijriah: Membangun empat unit operasional baru untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi pelayanan.
  • 1445 Hijriah: Pengelolaan program sepenuhnya dialihkan di bawah pengawasan Royal Commission for Makkah City and Holy Sites.
  • 1447 Hijriah: Adahi melakukan transformasi digital dengan mengintegrasikan layanannya ke dalam platform Nusuk, sehingga jemaah bisa membeli dan memantau kurban mereka secara lebih mudah, aman, dan transparan.

​Untuk mendukung operasional berskala masif, Adahi saat ini mengoperasikan tujuh kompleks penyembelihan utama yang berdiri di atas lahan seluas satu juta meter persegi.

​Setiap hewan yang masuk ke fasilitas ini wajib melewati pemeriksaan kesehatan (veteriner) dan kesesuaian syariat secara ketat, yang dilakukan sejak satu hingga dua bulan sebelum musim haji, dan diulangi kembali pasca-penyembelihan.

​”Sistem berlapis ini diterapkan untuk memastikan setiap hewan memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, dan ketentuan syariat Islam. Kami ingin memastikan daging yang diterima masyarakat memiliki kualitas terbaik,” tegas Talal.

​Kekuatan operasional Adahi tercermin dari efisiensinya yang luar biasa pada musim haji lalu.

Hanya dalam waktu satu jam pertama setelah Salat Iduladha, fasilitas ini mampu menyembelih sekitar 27 ribu ekor hewan kurban. (*/Red/MCH-2026)

AdahiDamhajiKurban
Comments (0)
Add Comment