Korban Terseret Buaya di Sungai Cilemer Pandeglang Ditemukan Meninggal Dunia

 

PANDEGLANG – Warga Desa Idaman Kecamatan Patia yang terseret oleh seekor buaya saat mencari toe/kijing atau yang disebut dengan kerang Sungai di Cilemer sudah temukan pada Senin, (17/2023) sekitar pukul 08.30 WIB, dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolsek Patia Dodin menjelaskan, warga yang hilang terseret seekor buaya itu ketika sedang mencari toe/kijing di sungai, akan tetapi tidak diketahui datang buaya.

“Sedang mencari toe, kalau bahasa disini, tapi kalau secara umum sedang mencari kerang di Sungai Cilemer. Itu menurut cerita laporan warga setempat,” terangnya

Lanjut Kapolsek Patia, ada dua korban yang menjadi serangan seekor buaya yakni Boin (30) selamat dari serangan buaya namun yang satu diketahui bersama atas nama Among (32) diseret oleh buaya tersebut.

“Kemarin sampai sore, dengan Tim SAR, Basarnas, BPBD, Tagana dan semua masyarakat berupaya untuk mencari. Sehingga sampai sore, kemarin belum diketemukan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan koordinasi, bahwa hasil keputusan semua pihak hasil rapat semalam akan dilakukan pencarian di pagi hari, Alhamdulilah hasil kerjasama tersebut sekira pukul 08.30 WIB. Warga tersebut sudah ditemukan.

Tidak hanya itu, korban Among sudah ditemukan. Untuk kondisinya berada di area pinggiran sungai dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses selanjutnya.

“Bahkan kami jajar pihak kepolisian juga memohon kepada keluarga rencana akan dilakukan autopsi, akan tetapi dari pihak keluarga, untuk menolak di autopsi, keluarga menerima bahwa ini adalah suatu musibah,” ungkapnya

Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga, khususnya warga Desa Idaman yang kesehariannya mencari nafkah untuk mencari toe/kijing atau kerang air tawar, untuk tidak melakukan aktivitas dulu dikarenakan dengan kejadian ini bahwa sampai sekarang buayanya belum berhasil ditangkap.

“Sedang dilakukan proses penangkapan dari BKSDA Provinsi. Besok rencana akan ada pemasangan jaring untuk melakukan penangkapan buayanya. Artinya kami mengimbau untuk tidak melakukan aktivitas di Sungai Cilemer, sementara ini sampai betul – betul ada pemberitahuan dari pemerintah khususnya buaya itu dinyatakan aman,” pungkasnya

Kondisi korban yang meninggal akibat diseret oleh seekor buaya di sungai cilemer sudah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, bahwa kondisi korban masih utuh keseluruhannya, akan tetapi ada beberapa luka entah itu luka bekas gigit dan yang bisa menjelaskan pihak tim medis dari kesehatan

“Kami juga mengecek untuk jenazah secara umum masih utuh, adapun jarak dari rumah ke lokasi penemuan, perkirakan sekira 1,5 kilometer perjalanan untuk jalan kaki, dikarenakan tidak bisa menggunakan kendaraan,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Idaman Ilman mengucapkan, syukur alhamdulilah jenazah korban sudah ditemukan.

“Kondisi jenazah, ada luka sedikit di bahu, dagu, dan kepala. Luka gigitan ada tapi tidak luka robek, tubuhnya masih utuh,” katanya.

Lokasi jenazah ditemukan mengambang di pinggir Sungai Cilemer di lokasi pertama kejadian yakni di Leuwi Manjangan. Sebelumnya jenazah korban oleh buaya sempat dibawa sejauh 1,5 kilometer ke Leuwi Goong.

“Namun tadi pagi jenazah sudah balik lagi di lokasi pertama diterkam buaya di Leuwi Manjangan. Untuk jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga, adapun selanjutnya akan dilakukan penangkapan dengan membawa alat perangkap dari Bandung,” pungkasnya. (*/Riel)

Comments (0)
Add Comment