Anggota DPRD RI Ade Yuliasih Ajak Perempuan Banten Berani Berpolitik dan Miliki Integritas

SERANG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Banten, Hj. Ade Yuliasih, mengajak kaum perempuan untuk meningkatkan kapasitas diri, membangun kepercayaan diri, serta berani mengambil peran dalam dunia politik.

Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan yang setara dengan laki-laki untuk berkontribusi dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Ade Yuliasih dalam kegiatan seminar pendidikan politik, perempuan cerdas berpolitik membangun kesadaran kepemimpinan dan kemandirian yang digelar Pimpinan Daerah Wanita Islam (WI) Kabupaten Serang yang digelar di salah satu Hotel di Kota Serang, Minggu (11/10/2026).

Ade Yuliasih menegaskan, perempuan tidak perlu merasa minder untuk terjun ke dunia politik.

Namun, keberanian tersebut harus dibarengi dengan kemauan untuk terus belajar, memperluas wawasan, memperkuat karakter, serta menjaga integritas.

“Kaum perempuan jangan merasa tidak percaya diri untuk terjun di dunia politik. Perempuan juga mempunyai kapasitas yang sama dengan laki-laki, asalkan mau mengisi dirinya dengan karakter yang kuat dan pengetahuan yang baik,” ujar Ade.

Menurutnya, perempuan perlu aktif mengembangkan kemampuan melalui berbagai pelatihan, memperkaya pengalaman, serta mengikuti perkembangan informasi dan dinamika masyarakat.

Hal itu menjadi bekal penting agar perempuan mampu menjalankan peran politik secara bertanggung jawab.

Ade juga mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjadi seorang pemimpin. Integritas merupakan nilai utama yang harus dimiliki setiap perempuan yang ingin berkiprah dalam dunia politik.

“Jangan sampai perempuan cerdas berpolitik, tetapi tidak punya integritas. Karena berbeda antara orang yang pintar dengan orang yang memiliki integritas. Kalau orang punya integritas, dia pintar dan bertanggung jawab. Namun, kalau hanya pintar tetapi tidak punya integritas, tanggung jawabnya bisa kurang,” tegasnya.

Ade menilai, keterlibatan perempuan dalam politik tidak boleh sebatas memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen.

Lebih dari itu, perempuan yang terjun ke dunia politik harus mampu menyuarakan aspirasi masyarakat, menghadirkan gagasan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan.

Menurutnya, perempuan harus memiliki kapasitas dan visi yang jelas agar dapat berkontribusi dalam proses pengambilan kebijakan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Perempuan yang terjun di dunia politik jangan sampai hanya untuk memenuhi kuota 30 persen. Mereka harus bisa menyuarakan aspirasi, memberikan manfaat bagi masyarakat maupun negara, serta ikut menentukan arah pembangunan bangsa melalui ide dan gagasan perempuan-perempuan cerdas,” ungkapnya.

Ia berharap, semakin banyak perempuan yang memiliki kompetensi dan integritas sehingga mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan, termasuk dalam mendorong kemajuan Provinsi Banten.

Ade juga menginginkan agar perempuan Banten semakin dikenal melalui prestasi, pemikiran, dan kontribusi positifnya di tengah masyarakat.

“Saya ingin di Banten ini jangan sampai yang muncul hanya hal-hal yang kurang baik tentang perempuan, tetapi juga hal-hal baiknya,” katanya.

Lebih lanjut, Ade berpesan agar perempuan di Banten tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kualitas diri seiring perkembangan zaman.

Menurutnya, wawasan, pengetahuan, pengalaman, serta keterlibatan dalam kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat merupakan modal penting untuk membangun kepemimpinan perempuan.

Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banten, sekaligus mendorong perempuan untuk tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika sosial.

Ade mengingatkan bahwa masyarakat terus mengalami perubahan sehingga perempuan harus mampu menyesuaikan diri dan memahami berbagai persoalan yang berkembang di lingkungannya.

“Saya mengajak perempuan-perempuan Banten untuk bergerak bersama. Bagaimanapun, memperbaiki dan membangun Banten tidak bisa hanya dilakukan oleh sekelompok orang atau laki-laki saja. Perempuan juga perlu dilibatkan karena pemikiran-pemikiran mereka dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan Banten yang kita cintai,” tuturnya.

Memasuki usia ke-26 tahun Provinsi Banten, Ade berharap semakin banyak perempuan cerdas yang tampil dan mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.

Ia meyakini, keterlibatan perempuan dengan gagasan, kemampuan, dan integritas yang kuat dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mempercepat kemajuan daerah.

“Saya berharap harus ada sumbangsih lebih dari perempuan-perempuan cerdas di Banten supaya Banten lebih cepat bergerak maju, sehingga masyarakatnya bisa tercipta sejahtera,” pungkasnya.***

BantenDPD RIHj Ade YuliasihWanita Islam
Comments (0)
Add Comment