SERANG – Sejumlah warga Kampung Sukajaya, Kabupaten Serang, mengeluhkan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan dan operasional pabrik PT Kaisun dan PT Baja di wilayah mereka.
Keluhan tersebut rencananya akan disampaikan kepada DPRD Kabupaten Serang melalui agenda audiensi dalam waktu dekat.
Warga akan menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat, mulai dari dugaan dampak lingkungan, polusi suara, hingga minimnya penyerapan tenaga kerja lokal.
Perwakilan warga, Surya Alam, mengatakan masyarakat sudah cukup lama merasakan dampak dari aktivitas perusahaan yang berada di sekitar permukiman mereka.
Menurutnya, persoalan banjir menjadi salah satu dampak yang paling dirasakan warga, khususnya para petani.
“Dulu lahan pertanian warga tidak pernah mengalami banjir separah sekarang. Setelah adanya pembangunan dan aktivitas pabrik, aliran air berubah dan sawah warga sering tergenang hingga menyebabkan gagal panen,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat warga mengalami kerugian cukup besar karena hasil pertanian terus menurun dalam beberapa musim terakhir.
Selain persoalan lingkungan, Surya juga menyoroti kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas operasional pabrik yang berlangsung hampir setiap hari.
“Suara bising dari aktivitas pabrik cukup mengganggu, terutama pada malam hari saat warga ingin beristirahat. Kami berharap ada perhatian serius terkait hal ini,” katanya.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Harapan masyarakat, keberadaan perusahaan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Tapi faktanya, tenaga kerja lokal yang diterima masih sangat minim,” ungkapnya.
Dalam surat permohonan audiensi yang telah disiapkan, warga juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dinilai berdampak terhadap perubahan sistem drainase dan aliran air di wilayah Kampung Sukajaya.
Akibat kondisi tersebut, lahan pertanian warga disebut mengalami gagal panen hingga tiga kali berturut-turut.
Melalui audiensi dengan DPRD Kabupaten Serang, warga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi dialog bersama pihak perusahaan guna mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.
“Kami hanya ingin ada solusi dan perhatian terhadap kondisi masyarakat di sini. Mudah-mudahan DPRD bisa membantu memediasi persoalan ini,” tandas Surya.***