SERANG – Sebanyak 1.000 warga ditargetkan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam sehari. Dinas Kesehatan Kota Serang pun mengerahkan tenaga kesehatan dari 16 puskesmas untuk menyukseskan pemeriksaan massal tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, dr. Ahmad Hasanuddin mengatakan, kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan pada 24 September 2026 di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan CKG yang dilakukan secara serentak di kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
“Rencananya 1.000 orang yang akan diperiksa melalui CKG. Kegiatan ini dilaksanakan dalam satu hari,” kata Hasanuddin saat ditemui di ruangannya, Rabu (9/9/2026)
Menurutnya, pelaksanaan CKG massal tersebut akan melibatkan tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas di Kota Serang. Saat ini terdapat 16 puskesmas yang akan diterjunkan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan.
Dengan jumlah tenaga kesehatan sekitar empat hingga enam orang dari setiap puskesmas, diperkirakan terdapat sekitar 70 hingga 100 petugas yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Enam belas puskesmas se-Kota Serang akan hadir untuk melakukan pelayanan CKG. Satu puskesmas bisa empat sampai enam orang. Kalau rata-rata lima orang, berarti sekitar 70 sampai 100 petugas,” ujarnya.
Hasanuddin mengatakan, jumlah 1.000 peserta dalam satu hari bukanlah jumlah yang sedikit. Karena itu, dukungan seluruh pihak, termasuk media, dibutuhkan untuk menyosialisasikan kegiatan tersebut kepada masyarakat.
Ia berharap pelaksanaan CKG massal dapat meningkatkan capaian program CKG di Kota Serang yang saat ini disebut telah mencapai sekitar 50 persen.
“Mudah-mudahan nantinya akan lebih mendongkrak pelaksanaan dan capaian CKG di Kota Serang. Saya juga minta support dan dukungan dari wartawan untuk ikut meworo-woro kegiatan ini,” katanya.
Hasanuddin menjelaskan, CKG bukan sekadar pemeriksaan kesehatan biasa. Program tersebut memiliki tujuan utama untuk mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Ia mencontohkan pemeriksaan terhadap anak sekolah. Melalui CKG, gangguan kesehatan seperti karies gigi dapat diketahui sejak awal.
“Contohnya anak sekolah. Sebelum sakit dilakukan CKG dan ternyata terdeteksi ada karies di giginya. Kalau dibiarkan bisa berlubang, kemudian sakit gigi, tidak mau makan, bahkan bisa terjadi infeksi dan bernanah,” jelasnya.
Dengan deteksi lebih awal, gangguan tersebut dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang dan mengganggu aktivitas maupun kesehatan anak.
Selain mendeteksi secara dini, pemeriksaan juga bertujuan mengetahui atau mendiagnosis penyakit yang sudah dialami seseorang.
Hasanuddin mencontohkan hipertensi yang sering kali tidak disadari penderitanya. Jika tidak diketahui dan ditangani, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke maupun gangguan ginjal.
“Misalnya ternyata orang ini hipertensi. Kalau tidak diketahui dan tidak ditangani, bisa berisiko stroke, bisa juga gagal ginjal,” katanya.
Gangguan penglihatan juga menjadi salah satu kondisi yang dapat diketahui melalui pemeriksaan kesehatan.
Menurutnya, gangguan refraksi pada anak sekolah dapat menyebabkan anak kesulitan melihat tulisan dari jarak jauh. Kondisi tersebut bahkan bisa berdampak pada proses belajar apabila tidak segera diketahui.
“Kadang anak duduk di belakang, tidak bisa membaca karena matanya minus. Nilainya jelek, kemudian dikira tidak mampu belajar. Padahal setelah diperiksa ternyata matanya mengalami gangguan refraksi,” ujarnya.
Karena itu, Hasanuddin menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk memastikan berbagai masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal, didiagnosis, dan mendapatkan penanganan.
“Tujuannya mendeteksi secara dini, mengetahui atau mendiagnosis penyakit, kemudian bisa mengobati. Sehingga yang dilakukan di seluruh Indonesia ini maksudnya agar Indonesia menjadi Indonesia sehat,” pungkasnya. ***